Banyuwangi (beritajatim.com) – Momentum Hari Disabilitas Internasional (HDI) dirayakan secara meriah di Banyuwangi, Jawa Timur. Salah satunya yakni dengan adanya pertandingan persahabatan antara Persatuan Sepak Bola Amputasi Banyuwangi (Persawangi) melawan Persatuan Sepak Bola Amputasi Djember (Persaid) di Lapangan Diponegoro pada.
Nampak dalam laga persahabatan, mereka bertanding dengan segenap tenaga membawa bendera dan jersey kebanggaan masing-masing. Sayangnya bukan kemenangan yang mereka incar, melainkan semangat menjunjung tinggi kebersamaan komunitas dalam sebuah keterbatasan.
Dalam pertandingan itu, Persawangi gagal membendung dominasi Persaid dalam dua sesi pertandingan yang digelar yakni Tim A dan Tim B. Tim A sepak bola amputasi kebanggaan warga Banyuwangi itu harus menelan kekalahan telak dengan skor 3-1, dan semakin terpuruk karena Tim B Persawangi juga mengalami kekalahan dengan skor 4-0.
Coach Persawangi, Sugito menjelaskan, pertandingan persahabatan ini bukan sekadar laga biasa, tetapi merupakan ajang penting untuk menguji kemampuan tim.
Pihaknya menyebut bahwa friendly match tersebut sangat efektif untuk melatih mental, meningkatkan kualitas pemain, sekaligus menjadi persiapan strategis menjelang keikutsertaan tim dalam kejuaraan.
“Apalagi yang akan datang kita akan menghadapi Piala Gubernur 2026 di Malang,” katanya.
Sementara Coach Persaid, Rikxi Saputra menjelaskan, pertandingan persahabatan melawan Persawangi ini merupakan momen yang sangat tepat, yakni berbarengan dengan Hari Disabilitas Internasional.
Pasalnya kesempatan ini memungkinkan pemerintah untuk hadir langsung, melihat kondisi para penyandang disabilitas, dan secara langsung memfasilitasi kebutuhan mereka, termasuk dalam pengembangan olahraga sepak bola amputasi.
“Kita punya ruang dan kita pernah mengikuti event Piala Dunia juga, jadi peluangnya sepak pulang disini cukup besar. Harapnya jajaran pemerintah bisa lebih konsisten lagi untuk mensupport teman-teman Persawangi Banyuwangi,” tuturnya. [alr/aje]






