Jember (beritajatim.com) – Persatuan Sepak Bola Indonesia Djember (Persid), klub sepak bola dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, tak ingin mengulangi kegagalan demi kegagalan masa lalu dalam kompetisi Liga 4 Musim 2025-26.
“Tantangan kami adalah mengembalikan kepercayaan publik kepada Persid. Musim ini kami ingin mengembalikan marwah Persid,” kata M. Sholahuddin Amrulloh, manajer Persid Jember, Jumat (28/11/2025).
Persid terakhir kali menjuarai Divisi II pada 2002. Setelah itu klub berjuluk Macan Raung ini tidak pernah menjadi juara nasional. Bahkan setelah berada di Liga 3, kini Persid berada di Liga 4 yang merupakan level terendah dalam piramida kompetisi sepak bola nasional.
Setelah tertahan di 32 Besar Zona Jatim pada musim 2024-25, Persid kini mengawali kompetisi dengan menjadi tuan rumah Grup H zona yang sama. Mereka akan berhadapan dengan Banyuwangi Putra, Persebo Muda Bondowoso, dan Baruna Nusantara di Stadion Jember Sport Garden.
Sholahuddin mengatakan semua persiapan sudah dilakukan untuk menyongsong pertandingan pertama pada 11 Desember 2025. “Tim kami juga sudah melakukan persiapan sejak Oktober 2025 lalu bersama pelatih Agus Yuwono, mantan pemain tim nasional,” katanya.
Skuat Persid terdiri atas 25 orang pemain. Namun Sholahuddin masih belum mau menyebutkan nama pemain-pemain andalannya. “Kami akan launching tim 3 Desember 2025. Kita tunggu saja,” katanya.
Sholahuddin tidak mau memasang target muluk-muluk. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Yang pasti musim ini harus lebih baik. Tantangan kami saat ini menjaga kondisi pemain agar tetap fit di tengah cuaca yang sering hujan,” katanya.
Kepala Dinas Kepemudaaan dan Olahraga Jember Edi Budi Susilo mengatakan, tahun ini Persid memperoleh anggaran Rp 900 juta untuk mengarungi Liga 4. “Sekarang sudah mulai persiapan. Asumsinya, termasuk untuk honor pelatih dan atlet, duit 900 itu habis pada 2025. Tapi pertandingan Persid baru akan kick off pada Desember,” katanya.
“Kalau Persid bisa lolos sampai ke babak nasional (pada 2026), maka mereka tidak punya duit karena Rp 900 juta sudah habis pada 2025. Maka kami siapkan anggaran Rp 450 juta untuk mengarungi Liga 4 sampai babak nasional,” kata Edi.
Jika ternyata Persid terhenti di babak regional Jatim, menurut Edi, anggaran Rp 450 juta itu akan dialokasikan untuk kepentingan lainnya dalam Perubahan APBD 2025. [wir]






