Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dengan khidmat pada Jumat (28/11/2025). Mengusung tema besar “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Dalam Mewujudkan Indonesia Maju”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polinema, Dr. Eng. Anggit Murdani, ST., M.Eng., menyoroti poin krusial mengenai peran ganda ASN di lingkungan pendidikan tinggi. Menurutnya, ASN di kampus tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memiliki kewajiban moral untuk melayani masyarakat, dalam hal ini adalah mahasiswa.
“Poin yang sangat penting bagi kita sebagai ASN di kampus adalah implementasi di lapangan. Kita harus bekerja dengan penuh dedikasi, bergerak dengan integritas, dan melayani dengan hati,” ujar Anggit usai upacara.
Anggit menegaskan bahwa dalam konteks pelayanan prima, mahasiswa harus diposisikan sebagai prioritas utama. Ia mengibaratkan mahasiswa sebagai customer yang harus dilayani dengan maksimal.

“Melayani dengan hati mungkin sulit implementasinya, namun kita harus menempatkan diri kita sebagai pelayan. Mahasiswa adalah customer, dan customer adalah raja. Kita tidak boleh menonjolkan diri sendiri, melainkan memposisikan diri untuk melayani mereka dengan sebaik-baiknya, baik dari sisi administrasi maupun pelayanan lainnya,” tambahnya.
Dalam upacara tersebut, amanat Direktur Polinema yang dibacakan menekankan tiga pilar utama tema HUT KORPRI tahun ini: Bersatu, Berdaulat, dan Bersama.
Poin ‘Bersatu’ dimaknai sebagai kolaborasi harmonis antara dosen, unsur pimpinan, dan tenaga kependidikan (Tendik) untuk menyatukan visi menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang unggul.
Sementara itu, ‘Berdaulat’ mengingatkan ASN untuk menjaga netralitas dan integritas profesional, bebas dari tekanan politik praktis.
“ASN harus menjadi motor penggerak transformasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi hasil. Di perguruan tinggi, peran ini sangat strategis karena kita mengemban misi mulia mencerdaskan kehidupan bangsa,” bunyi amanat yang dibacakan Anggit Murdani.
Disebutkan pula bahwa loyalitas ASN harus tegak lurus pada pemerintah dan negara, menjadikan kampus sebagai ruang yang bersih dari kepentingan politik praktis serta menjadi mimbar pengetahuan yang objektif.
Sementara itu, Ketua KORPRI Polinema, Galuh Kartiko, SH., M.Hum., mengungkapkan harapannya agar momentum ulang tahun ini memacu semangat ASN untuk terus belajar dan memperbaiki diri demi menyongsong Indonesia Emas.
“Tujuannya adalah mewujudkan Indonesia Emas ke depannya, bukan Indonesia ‘cemas’. Kita sebagai ASN dituntut profesional dan berintegritas sesuai profesi masing-masing,” ungkap Galuh.
Galuh juga memaparkan rangkaian kegiatan KORPRI Polinema yang berfokus pada kesejahteraan anggota. Selain pembekalan kewirausahaan bagi pegawai yang memasuki masa purna tugas, pihaknya juga akan segera menggelar pemeriksaan kesehatan massal.
“Sebentar lagi akan ada medical check-up yang bekerja sama dengan unit kesehatan dan perusahaan farmasi untuk memastikan kesehatan seluruh anggota,” jelasnya.
Upacara ini diikuti oleh sekitar 1.200 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan ASN lainnya. Peserta tidak hanya berasal dari kampus utama di Malang, tetapi juga diikuti secara daring oleh pegawai di Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kediri, Lumajang, dan Pamekasan. [dan/aje]






