Bojonegoro (beritajatim.com) – Guna menjamin keselamatan penumpang saat libur natal dan tahun baru (nataru) 2026, petugas gabungan melakukan inspeksi dadakan terhadap sejumlah armada bus.
Selain itu, inspeksi dilakukan juga untuk mengantisipasi adanya ancaman bencana hidrometeorologi di tengah libur nataru tersebut.
Tim gabungan dari unsur Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Jasa Raharja, Dishub Bojonegoro, dan Polres Bojonegoro, turun langsung ke garasi-garasi perusahaan otobus (PO) untuk menggelar inspeksi keselamatan mendadak atau Ramp Check, Rabu (26/11/2025).
Pemandangan sibuk terlihat di sejumlah pool PO, di mana bus-bus perkotaan dan antarkota menjadi sasaran utama pemeriksaan. Di antara perusahaan yang dikunjungi, terdapat PO Dali Mas dengan 12 unit bus, PO Dali Jaya dengan 4 unit, serta PO Bangau Mas yang menyertakan 4 armadanya untuk diperiksa.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Rajekwesi, Budi Sugiarto menjelaskan fokus utama inspeksi. Seperti kelengkapan administrasi, terdiri atas Kartu Pengawasan dan Kartu Uji yang masih berlaku, dan yang paling penting, kelayakan teknis kendaraan.
Bus-bus yang lolos uji—mulai dari kondisi ban, rem, lampu, hingga kelengkapan darurat—langsung mendapat hadiah stiker hijau bertuliskan “Laik Jalan”. Stiker ini menjadi semacam lencana pengakuan bahwa bus tersebut siap mengangkut penumpang dengan aman di masa Nataru.
“Ada beberapa bus yang lampu depannya mati, lampu mundurnya tidak menyala, dan bahkan ada yang kelebihan jumlah tempat duduk (seat),” ungkapnya.
Alih-alih langsung melarang jalan, petugas memilih pendekatan persuasif dan perbaikan di tempat. Setiap temuan langsung ditindaklanjuti. Kursi yang berlebih diminta untuk segera dicopot, dan lampu yang mati diperbaiki saat itu juga.
“Untuk yang ada sedikit penyimpangan, kami beri stiker laik jalan, tapi disertai catatan wajib perbaikan segera. Kami juga langsung memberikan imbauan kepada pengusaha bus,” tegas Budi.
Pemeriksaan tak hanya menyasar fisik kendaraan, tetapi juga faktor manusia di belakang kemudi. Petugas secara khusus memberikan imbauan kepada para sopir, mengingatkan mereka bahwa perayaan Nataru kali ini berlangsung di tengah ancaman bencana hidrometeorologi seperti angin kencang maupun hujan intensitas tinggi.
“Kami imbau sopir tidak ugal-ugalan, mematuhi rambu lalu lintas, dan yang terpenting, lebih berhati-hati. Musim hujan artinya jarak pandang berkurang drastis dan jalan licin,” pungkas Budi. [lus/suf]






