Surabaya (beritajatim.com) – SMP Muhammadiyah 2 Surabaya memberangkatkan empat guru dan tenaga kependidikan ke tanah suci pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025.
Hadiah umroh ini diberikan sebagai penghargaan atas loyalitas dan dedikasi luar biasa para pendidik. Program ini sendiri telah memasuki tahun keempat.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Achmad Jamaluddin mengungkapkan bahwa program ini bukanlan sekadar hadiah fisik.
“Guru itu mengajar tanpa mencatat nilai untuk dirinya sendiri. Umroh ini hanya reward. Yang utama adalah tanggung jawab, disiplin, dan kejujuran guru kepada siswa,” kata Jamaluddin, Selasa (25/11/2025).
Menurut Jamaluddin, motivasi utama sekolah adalah meneguhkan bahwa profesi guru merupakan amanah untuk membentuk karakter dan masa depan siswa.
“Semoga kepedulian guru semakin meningkat. Jika pelayanan guru kepada siswa baik, karakter siswa akan terbentuk dengan baik pula,” tambahnya.
Ia juga berharap apresiasi ini menjadi pacuan semangat bagi para guru meningkatkan pelayanan, baik dalam mengajar maupun informasi yang dibutuhkan orang tua.
Empat penerima reward yang terpilih berdasarkan masa kerja, loyalitas, dan dedikasi konsisten adalah Kepala Sekolah A. Jamaluddin DM, S.Th.I (24 tahun), Guru IPA Abdul Ghofur, ST. (20 tahun), Guru PJOK A. Dhany Irawansyah (20 tahun), dan Staf TU Tri Erinawati (18 tahun).
Salah satu penerima, Abdul Ghofur, mengungkapkan rasa harunya. Guru IPA yang telah mengabdi sejak 2005 ini mendedikasikan perjalanan suci tersebut untuk ibunya.
“Alhamdulillah, rasa syukur ini saya berikan untuk ibu saya yang sudah berusia lebih dari 70 tahun. Saya dibesarkan dari keluarga pedagang. Saya ingin memberikan hadiah penuh syukur ini untuk beliau,” tuturnya.
Ia juga mengaku telah lama berharap mendapat kesempatan umroh. “Rezeki itu tidak akan jauh dari orangnya, dan takdir sudah ditentukan Allah. Saya sangat bersyukur,” tutupnya.
Ghofur berharap ke depan sekolah dapat menyediakan beasiswa pendidikan bagi para guru. “Sekolah dan Universitas Muhammadiyah terus berpacu di bidang pendidikan. Guru pun harus diberi ruang untuk terus berkembang,” harapnya.
Dengan total 70 guru dan karyawan, SMP Muhammadiyah 2 Surabaya berharap program ini dapat memperkuat semangat kebersamaan dan pelayanan pendidikan.
Rencananya, keberangkatan umroh para penerima apresiasi akan dijadwalkan pada Ramadan mendatang atau sekitar September–November 2026. [ipl/aje]






