Gresik (beritajatim.com) – Sejumlah siswa MTs Ma”arif Sidomukti Gresik bersama komunitas peduli lingkungan melakukan aksi mencabut paku yang menacam di pohon. Mereka berkeliling di Jalan Sunan Giri Gresik menyelamatkan pohon dari pemasangan paku dari orang yang tidak bertanggungjawab.
Sambil membawa peralatan seperti tang, sarung tangan, dan kantong sampah. Satu per satu paku, staples, dan benda logam lain yang menempel di pohon dicabuti.
Ketua Komunitas Peduli Lingkungan Gresik, M. Zubaidi mengatakan, aksi ini merupakan bentuk edukasi agar masyarakat tidak lagi memaku pohon.
“Memaku pohon dapat merusak kambium, membuat pohon mudah terserang penyakit, bahkan bisa mati. Jika keropos dan rapuh, pohon dapat tumbang dan membahayakan pengguna jalan,” katanya, Senin (24/11/2025).
Masih menurut Zubaidi, pohon bukan papan reklame. Pohon memberi oksigen yang kita hirup setiap hari—jauh lebih penting dari sekadar tempat memasang poster atau mencari sinyal.
Sementara itu, Pembina Pecinta Alam MTs Ma’arif Sidomukti Gresik, Andrian menuturkan, aksi selama dua jam itu para peserta berhasil mengumpulkan sekitar 7 kilogram paku.
“Semua paku dan logam kami kumpulkan lalu dijual. Hasilnya akan dibelikan bibit pohon untuk dibagikan ke masyarakat sebagai bentuk kampanye peduli lingkungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini dilakukan agar para siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam merawat lingkungan.
“Aksi cabut paku ini juga berpengaruh pada kualitas udara di wilayah Gresik. Pohon yang luka atau rusak memiliki kemampuan lebih rendah dalam memproduksi oksigen,” imbuhnya. [dny/ian]






