Kota Madiun (beritajatim.com) – Madiun Putra meraih hasil positif pada laga uji coba jelang Kompetisi Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur. Menjamu PSIL Lumajang di Stadion Wilis, Minggu (23/11/2025) sore, tim berjuluk Laskar Kresna itu menang meyakinkan dengan skor 2-0.
Pertandingan berjalan cukup keras sejak awal. Meski begitu, tuan rumah mampu tampil dominan dan menutup laga dengan dua gol tanpa balas. Asisten Pelatih Madiun Putra, Rendi Dwi Ardiyana, menyebut kemenangan ini belum sepenuhnya memuaskan.
“Masih banyak evaluasi untuk ke depan. Semoga saat liga nanti bisa lebih baik lagi dari ini,” ujarnya.
Menurut Rendi, sektor penyelesaian akhir menjadi perhatian utama. Banyak peluang tercipta, tetapi hanya dua yang berhasil dikonversi menjadi gol.
“Finishing tentu jadi evaluasi. Peluang banyak, serangan juga intens, tapi gol cuma dua,” tegasnya.

Untuk agenda uji coba selanjutnya, Madiun Putra dijadwalkan kembali menghadapi sesama kontestan Liga 4 pekan depan. Salah satu calon lawan yang disiapkan adalah Triple Kedoya.
Di musim ini, Madiun Putra membawa 30 pemain yang merupakan kombinasi wajah baru dan skuad musim lalu. Target awal tim adalah lolos fase grup Liga 4.
“Target awal tentu lolos grup dulu. Setelah itu baru melihat langkah selanjutnya,” imbuh Rendi.
Di sisi lain, Pelatih PSIL Lumajang Nanang Kurniawan menilai kekalahan timnya disebabkan minimnya masa persiapan. PSIL baru menggelar pemusatan latihan sekitar empat hari sebelum laga.
“Ini baru kumpul empat harian, jadi chemistry belum terbentuk. Permainan keras tidak masalah, tapi wasit kurang bisa memimpin sehingga memicu insiden,” katanya.
Nanang mengapresiasi performa Madiun Putra dan mengakui timnya kalah dalam sisi kekompakan. Usai laga ini, PSIL akan melanjutkan uji coba ke MP Mojokerto sebagai bagian dari tur latihan keluar daerah.
“Setelah dari Madiun, kami lawan MP Mojokerto. Sekalian keluar dari zona, dari Lumajang ke sini lalu ke Mojokerto,” ujarnya.
Untuk musim ini, PSIL mengandalkan campuran pemain lokal dan pemain luar daerah seperti Papua, NTT, Maluku, dan Jakarta. Seluruh pemain direkrut melalui seleksi terbuka.
“Yang terbaik yang masuk. Ada pemain luar Jatim, ada juga putra daerah,” jelasnya.
Meski mengaku belum puas dengan permainan tim, Nanang menilai laga ini memberi gambaran mengenai kondisi mental pemain menghadapi format baru Liga 4.
“Dari pertandingan ini terlihat siapa yang mentalnya naik dengan adanya suporter, dan siapa yang justru turun. Itu jadi bahan skema kami untuk laga selanjutnya,” tutupnya. (rbr/but)






