Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya harus puas dengan satu poin usai ditahan imbang Arema FC dengan skor 1-1. Pertandingan pekan ke-13 Super League 2025/2026 ini digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (22/11/2025) sore.
Babak Pertama
Persebaya langsung menunjukkan agresivitas sejak awal. Peluang pertama tercipta pada menit keenam melalui sepak pojok Gali Freitas yang disambut oleh Bruno Moreira, namun tendangan Bruno masih melambung di atas gawang.
Laga berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit pertama. Beberapa kali pertandingan terhenti akibat pelanggaran dari kedua tim. Arema sudah harus menghadapi kartu kuning bagi Matheus Blade pada menit ke-12.
Meski menguasai bola lebih banyak, Persebaya kesulitan menembus pertahanan Arema. Sebaliknya, tim tamu memilih strategi menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
Peluang kedua Persebaya lahir pada menit ke-24 melalui Milos Raickovic. Sayang, tembakan dari luar kotak penalti melebar tipis di sisi kanan gawang. Bajul Ijo kembali mengancam pada menit ke-31 lewat tendangan bebas Gali Freitas, tetapi berhasil ditepis kiper Arema, Lucas Frigeri, dan hanya menghasilkan sepak pojok.
Derby ini berjalan keras. Hingga menit ke-35, tiga pemain Arema, termasuk Matheus Blade, kiper Lucas Frigeri, dan striker Dalberto Luan, sudah diganjar kartu kuning.
Menjelang akhir babak pertama, Gali Freitas kembali menguji pertahanan Arema pada menit ke-44, tetapi gol gagal tercipta karena offside. Arema pun beberapa kali mengancam melalui serangan balik, namun lini belakang Persebaya tampil solid dan menahan semua peluang.
Babak pertama akhirnya ditutup dengan skor 0-0, meninggalkan ketegangan menjelang babak kedua derby Jawa Timur ini.
Babak Kedua
Babak kedua dibuka dengan peluang Persebaya pada menit ke-54. Kali ini giliran Dejan Tumbas yang membahayakan gawang Singo Edan. Sayang eksekusi tendangan bebasnya masih melebar tipis di kiri gawang.
Arema FC merespons dari tendangan Arkhan Fikri dari luar kotak penalti pada menit ke-59. Akan tetapi bola melambung jauh di atas mistar gawang Ernando Ari.
Arema FC tampil ofensif pada awal babak kedua ini. Mereka berani menguasai bola, serta membuat Persebaya harus lebih fokus ketika bertahan.
Persebaya kebobolan oleh gol Dime Dimov pada menit ke-63. Bek Persebaya itu mencetak gol bunuh diri saat salah antisipasi tembakan Valdeci Moreira. Arema FC unggul 1-0.
Hanya berselang beberapa menit setelah unggul, Arema harus bermain dengan sepuluh orang setelah Matheus Blade menerima kartu kuning kedua pada menit ke-65.
Gol yang dinantikan Persebaya akhirnya tercipta pada menit ke-73 lewat Bruno Moreira. Memanfaatkan kesalahan umpan pemain Arema, Bruno berhasil mencuri gola yang menjebol gawang Singo Edan. Skor menjadi imbang 1-1.
Persebaya terus mengejar gol setelah berhasil menyamakan kedudukan. Setelah memasukan Rizky Dwi Pangestu menit ke-71, kali ini giliran Diego Mauricio yang diturunkan pada menit ke-77.
Kalah jumlah pemain membuat Arema FC lebih banyak bertahan pada sepuluh menit terakhir babak kedua. Mereka sesekali memberikan tekanan ke Persebaya lewat serangan balik.
Meski terus menyerang, Persebaya dan Arema FC gagal mencetak gol tambahan di pertandingan ini. Skor imbang 1-1 bertahan hingga laga usai. (faw/kun)






