Malang (beritajatim.com) – Jelang satu abad Keuskupan Malang pada 2027 mendatang, Orang Muda Katolik (OMK) bakal mengambil tema generasi muda sekaligus melibatkan kawula muda dalam perayaannya yang digelar Gereja Katolik Keuskupan Malang, Senin (17/11/2025) di SMAK St Albertus Dempo, Kota Malang.
Menurut RD. Ignatius Adam Suncoko, M.Sosio., Vikaris Jenderal (Vikjen) dari Keuskupan Malang mengatakan, tujuan OMK hari ini adalah merayakan orang muda seluruh dunia yang sebenarnya akan dirayakan minggu depan tanggal 23 November sebagai Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.
“Karena berbagai agenda di Keuskupan Malang, kami merayakan atau mengadakan pada Minggu 16 November 2025 bersama anak-anak muda Kota Malang dan sekitarnya, serta perwakilan Paroki yang ada di Regio Timur,” ungkap Ignatius Adam.
Dalam perayaan Tahun Yubelium, Keuskupan Malang tahun 2025 ini diingatkan kembali untuk bertanggung jawab atas identitas sebagai orang Katolik, yakni sebagai orang muda dengan tema OMK On Fire in Christ. Hal itu menggambarkan bahwa dalam peziarahan kita boleh mewartakan pengharapan.
Ignatius Adam bilang, harapannya sejalan dengan sidang agung Gereja Katolik Indonesia pada Tahun 2025, hal itu sekaligus untuk mempersiapkan perayaan satu abad atau 100 tahun Keuskupan Malang pada Tahun 2027 mendatang.
“Dalam merayakan 100 Tahun Keuskupan Malang di tahun 2025 ini, kita rayakan bersama dengan tema berjalan bersama dengan orang muda menuju 100 tahun Keuskupan Malang,” tegasnya.
Kata Ignatius, adapun pada tahun 2026 nanti, temanya adalah berjalan bersama dengan remaja menuju 100 tahun Keuskupan Malang. Sehingga, tema pada tahun 2027 adalah Berjalan Bersama dengan Anak-anak Menuju 100 Tahun. Paling tidak di tahun 2027, satu abad Keuskupan Malang sebagai sebuah hirarki.
“Kita dinyalakan kembali oleh Kristus yang membawa damai dan sukacita. Kita akan merajut dengan siapa pun, di mana pun kita hadir dalam masyarakat dan membawa pengharapan kasih Tuhan dalam hidup mereka,” pungkasnya.
Sementara itu, RD Agustinus Devit S. selaku Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Malang menambahkan, kondisi anak muda Katolik di wilayah Malang perlu dibenahi. Artinya, dibutuhkan pendampingan kepada orang muda untuk berjalan bersama.
“OMK tidak sebagai objek dalam sebuah kegiatan, tetapi menuju 100 tahun anak. Orang muda diajak berpikir untuk Gereja, terutama Keuskupan Malang menuju 100 Tahun,” beber Agustinus Devit.
Menurut Agustinus, Orang Muda Katolik (OMK) menjadi subjek yang harus ikut ambil bagian dalam pendampingan iman, juga dalam kegiatan-kegiatan sosial dan lain sebagainya.
OMK, lanjutnya, mendengungkan program kerjanya secara detail dengan memberikan sumbangsih pemikiran ke depan tentang keberlanjutan dan keberlangsungan 100 tahun Keuskupan Malang yang akan jatuh pada tahun 2027 mendatang.
“Intinya Gereja Katolik mengajak anak muda untuk bersama-sama menghidupi dan mengikuti perkembangan Gereja ke depan. Anak-anak muda harus tampil dan peduli bersama,” tutup Agustinus. (yog/kun)






