Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh, menegaskan bahwa penerapan statuta baru PSSI akan menjadi pedoman tunggal bagi seluruh tingkatan organisasi sepak bola, mulai pusat hingga kabupaten/kota. Penegasan itu ia sampaikan dalam Kongres Biasa Asprov PSSI Jatim, Senin (17/11/2025).
Riyadh mengatakan bahwa statuta baru tersebut akan menghapus tumpang tindih aturan yang sebelumnya berbeda pada tiap level.
“Sekarang hanya ada satu statuta. Kitab sucinya satu. Ini berlaku untuk semua tingkatan. Pemilihan ketua pun hanya ketua saja yang dipilih anggota, sementara untuk kabupaten/kota nantinya melalui tim pansel,” jelasnya.
Menurut Riyadh, tim panitia seleksi (pansel) itu akan dibentuk oleh Asprov dengan melibatkan unsur masyarakat serta mempertimbangkan rekomendasi kepala daerah setempat. Ia menilai langkah ini penting agar kepengurusan sepak bola daerah berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah.
“Kita tidak bisa jalan sendiri. Pembinaan sepak bola di daerah harus nyambung dengan pemerintah setempat. Kalau tidak disinergikan, banyak daerah yang sulit berkembang,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, dalam Kongres Biasa PSSI Jawa Timur di Hotel Sheraton Surabaya pada Senin (18/11/2025), menyatakan bahwa pemberlakuan statuta baru merupakan amanat Kongres Nasional PSSI dan wajib diterapkan di seluruh Asosiasi Provinsi. Ia menambahkan, statuta baru akan menyederhanakan proses organisasi sekaligus memperkuat tata kelola sepak bola nasional. (way/but)






