Surabaya (beritajatim.com) – Jawa Timur (Jatim) tidak hanya membutuhkan generasi muda cerdas akademik, tapi juga kader muda disiplin, tangguh, dan berkarakter baja untuk menghadapi perubahan zaman.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai saat membuka Perkemahan Sabtu–Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang III di Lapangan Laut Jawa Koderal V DBAL Ujung, Surabaya, Sabtu (15/11/2025).
Ratusan kadet dari berbagai SMA/SMK di Jatim mengikuti kegiatan yang diselenggarakan berkat sinergi dengan jajaran TNI Angkatan Laut dan pembina KKRI.
Aries mengatakan, Persami KKRI adalah momen penting. Ini jauh dari sekadar perkemahan biasa. Kegiatan ini adalah wadah transformasi diri.
“Ini bukan hanya mengikuti perkemahan. Ini adalah momen perubahan diri perjalanan menjadi pribadi yang lebih kuat, disiplin, dan bermental juara,” kata Aries, dikutip Minggu (16/11/2025).
Menurutnya, dunia yang bergerak super cepat menuntut pemuda Indonesia tidak hanya cerdas. Mereka harus tangguh, adaptif, bertanggung jawab, dan siap memimpin.
KKRI, lanjutnya, memberi kesempatan mengasah karakter yang tidak didapat di kelas.
“KKRI menanamkan patriotisme, kebersamaan, solidaritas, dan mental juara. Di lapangan inilah ketangguhan kalian diuji, dan dalam kebersamaan antarkadet, jiwa kepemimpinan tumbuh,” ujar Aries.
Ia berpesan keras agar seluruh kadet mengikuti instruksi pembina dengan sungguh-sungguh, menjaga etika, dan memperkuat soliditas regu.
“Pemimpin hebat tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari tantangan. Kelak ketika kalian pulang, saya ingin kalian bisa berkata ‘Saya kembali bukan sebagai siswa biasa, tetapi sebagai kadet yang lebih kuat’,” tambahnya.
Aries pun memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI AL, Kodikopsla, dan Pembina KKRI atas sinergi yang efektif ini.
“Semoga sinergi pendidikan dan TNI AL ini terus berlanjut agar semakin banyak pemuda Jawa Timur yang tumbuh sebagai pemimpin masa depan rendah hati tetapi berkarakter baja,” pungkasnya.
Persami KKRI Gelombang III diikuti oleh perwakilan dari 10 sekolah, termasuk SMK Teknik PAL Surabaya, SMA Barunawati Surabaya, dan sejumlah SMA/SMK Hang Tuah. Setiap sekolah mengirimkan setidaknya 20 siswa-siswi untuk berproses dalam kegiatan dua hari tersebut. [ipl/aje]






