Surabaya (beritajatim.com) – Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025 resmi dibuka, Selasa (11/11/2025). Sebanyak 284 finalis dari 20 provinsi dan 2 Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) siap bersaing dalam kompetisi riset bergengsi ini.
Pembukaan OPSI jenjang Dikdasmen tingkat nasional ini digelar di Ubaya Sports Center, Kampus Ubaya Tenggilis, hasil kolaborasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dengan Universitas Surabaya (Ubaya) sebagai tuan rumah.
Kepala Puspresnas, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono menekankan OPSI adalah upaya kementerian menjaring talenta muda yang unggul. Tujuannya, agar mereka siap bersaing di kancah nasional hingga internasional.
Puspresnas juga menggandeng perguruan tinggi seperti Ubaya. “Ini supaya siswa di jenjang dasar dan menengah bisa memiliki pemahaman tentang dunia kampus sejak dini,” ujar Maria.
Harapannya, setelah lulus sekolah, peserta bisa melanjutkan karya riset dan meraih cita-cita.
Sebagai tuan rumah, Ubaya siap mendukung penuh kegiatan ini. Wakil Rektor III Ubaya, Prof. Christina Avanti mengatakan peserta OPSI akan mendapat akses spesial.
Selama OPSI 2025 berlangsung, Ubaya akan membuka laboratorium penelitian di 8 fakultas. Hal ini memungkinkan peserta melihat langsung proses riset di lingkungan kampus.
“Para finalis dan guru pendamping juga akan berkesempatan bertemu peneliti dan dosen-dosen Ubaya untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, bahkan menjajaki kolaborasi,” jelas Prof. Tina.
Dia menegaskan, Ubaya mendukung kegiatan ini sebagai langkah awal menuju masa depan riset Indonesia yang gemilang.
OPSI 2025 berlangsung di Ubaya pada 10-16 November 2025. Peserta akan mempresentasikan dan memamerkan hasil penelitiannya. Bidang lomba yang diujikan meliputi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). [ipl/but]






