Surabaya (beritajatim.com) – Film Pangku menjadi debut penyutradaraan Reza Rahadian yang menyentuh sisi lain kehidupan masyarakat di jalur Pantura.
Mengusung drama sosial yang intens dan realis, film ini menghadirkan kisah perjuangan seorang perempuan dalam kerasnya arus ekonomi jalanan, di mana mimpi dan martabat sering kali dipertaruhkan.
Film berdurasi 1 jam 44 menit ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai hari ini, 6 November 2025, setelah sebelumnya mendapat sambutan hangat di sejumlah festival internasional, termasuk Busan International Film Festival (BIFF) 2025.
Dengan jajaran pemain papan atas seperti Claresta Taufan sebagai Sartika, Fedi Nuril sebagai Hadiz, Christine Hakim sebagai Maya, Shakeel Fauzi sebagai Bayu, hingga Devano Danendra sebagai Gilang.
Sinopsis Film Pangku
Film Pangku menghadirkan kisah emosional tentang perjuangan seorang wanita muda dalam menghadapi kerasnya kehidupan kota. Dibintangi oleh Claresta Taufan, Sartika adalah sosok wanita yang tengah mengandung dan memutuskan meninggalkan kota asalnya demi mencari kehidupan yang lebih layak bagi buah hatinya. Perjalanan ini membawanya ke Pantura.
Di sana, Sartika bertemu dengan Bu Maya, diperankan oleh Christine Hakim. Bu Maya dikenal sebagai pemilik kedai kopi yang dermawan dan suka membantu orang-orang yang tengah kesulitan.
Tanpa menaruh curiga, Sartika pun menerima kebaikan Bu Maya, yang merawatnya hingga ia melahirkan. Namun, di balik senyum ramah dan ketulusannya, Bu Maya ternyata memiliki maksud terselubung.
Setelah persalinan, Sartika dijebak untuk bekerja sebagai pelayan di kedai kopi pangku milik Bu Maya. Konflik pun memuncak ketika Sartika mulai menyadari bahwa dirinya hanyalah alat bagi kepentingan orang lain.
Ia merasa terjebak dalam sistem yang mengekang, namun keberanian dan tekadnya perlahan muncul. Dengan dorongan dari Hadi, seorang sosok yang menjadi titik terang dalam hidupnya, Sartika berusaha menemukan jalan keluar dari lingkaran kelam yang menjeratnya. (fyi/ian)






