Gresik (beritajatim.com) – Upaya meningkatkan literasi di Kabupaten Gresik terus digencarkan. Kali ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Gresik bersama DPRD setempat melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi program literasi melalui layanan perpustakaan keliling.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keberlangsungan serta pemerataan akses literasi bagi para pelajar, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota.
Kepala Dinas Perpussip Gresik, Budi Raharjo mengatakan, layanan perpustakaan keliling masih sangat dinantikan oleh para pelajar, khususnya di daerah terpencil.
“Kehadiran perpustakaan keliling di Desa Tebuwung ini terakhir dilakukan tiga tahun lalu karena keterbatasan jumlah kendaraan. Anak-anak sangat menunggu, karena buku menjadi jembatan penting bagi peningkatan wawasan dan minat baca,” katanya, Kamis (30/10/2025).
Ia menambahkan, melalui hasil monitoring tersebut pihaknya akan melakukan optimalisasi perpustakaan sekolah untuk menjembatani keterbatasan layanan keliling.
“Kami akan mengajukan penambahan koleksi buku di perpustakaan sekolah agar lebih bervariasi, karena minat dan kebutuhan bacaan siswa kelas 1-2 berbeda dengan kelas 3-6. Selain itu, koleksi di mobil perpustakaan keliling juga akan kami perbaharui secara berkala,” imbuhnya.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Gresik, Noto Utomo menuturkan, hasil monitoring menunjukkan bahwa koleksi buku di sekolah masih didominasi stok lama, meskipun minat baca siswa sangat tinggi.
“Anak-anak di MI Al-Karimi ini sangat antusias membaca, tapi sayangnya banyak buku yang sudah lama dan kurang relevan. Ini menunjukkan perlunya pembaruan koleksi bacaan,” tuturnya.
Masih menurut Noto Utomo, pihaknya akan mendorong penambahan anggaran untuk Dinas Perpussip Gresik agar program literasi dapat terus berkembang. Ia menyadari bahwa selama beberapa tahun terakhir belum ada anggaran khusus untuk pengadaan buku baru.
“Kita akan berusaha tetap memberi anggaran kepada Perpussip dalam rangka kemajuan program literasi. Jika tahun 2026 belum memungkinkan, kami akan perjuangkan masuk di anggaran tahun 2027,” paparnya.
Program literasi melalui layanan perpustakaan keliling ini diharapkan menjadi sarana penting bagi peningkatan minat baca anak-anak di pelosok Gresik.
Pemerintah daerah bersama DPRD terus berkomitmen memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses ilmu pengetahuan melalui buku. [dny/ian]






