Sampang (beritajatim.com) — Warga Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, digegerkan oleh keberadaan sekawanan burung hantu yang bersarang di salah satu rumah warga selama delapan bulan terakhir.
Burung-burung itu menetap di rumah milik Naufal dan menimbulkan keresahan karena bau menyengat yang berasal dari bangkai tikus hasil buruan mereka.
Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sampang, Maftuh Fathurrahman, membenarkan laporan tersebut. Ia menyebut pihaknya menerima aduan dari warga pada Senin (27/10/2025) dan langsung menurunkan tim untuk melakukan evakuasi.
“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 08.04 WIB untuk melakukan penanganan,” terang Maftuh, Rabu (29/10/2025).
Menurut Maftuh, sekawanan burung hantu itu menghuni rumah berlantai dua dan telah berkembang biak di area loteng.
“Ada sepuluh ekor. Kami menduga mereka sudah cukup lama berada di sana dan berkembang biak,” imbuhnya.
Proses evakuasi berlangsung cukup rumit karena posisi sarang berada di tempat yang tinggi. Petugas Damkar harus menggunakan galah dan jaring untuk menjangkau area loteng tempat burung-burung itu bersembunyi.
“Evakuasi berlangsung sekitar tiga jam karena posisi burung cukup tinggi dan sulit dijangkau,” tegas Maftuh.
Setelah seluruh burung berhasil diamankan, petugas kemudian membawa mereka keluar dari kawasan permukiman agar tidak kembali mengganggu warga sekitar.
Keberadaan burung hantu di pemukiman warga ini sempat menarik perhatian masyarakat sekitar yang penasaran dengan proses evakuasi. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang karena bau bangkai tikus yang ditinggalkan burung-burung tersebut sangat mengganggu kenyamanan lingkungan. (sar/ted)






