Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang datangnya musim hujan pada Oktober 2025, sejumlah harga komoditas di pasar tradisional Surabaya mulai merangkak naik. Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas sayuran dan bumbu dapur, terutama cabai merah besar dan tomat yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.
Di Pasar Pucang Anom Surabaya, pedagang bernama Aminah menyebut harga cabai merah besar kini mencapai Rp50 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp40 ribu. Sementara harga tomat masih bertahan tinggi di kisaran Rp20 ribu per kilogram.
“Cabai (merah besar) naik harga, tomat sekarang sudah Rp20 ribu masih belum turun harga sama sekali,” ujar Aminah di Pasar Pucang Anom Surabaya, Selasa (28/10/2025).
Aminah menjelaskan, pola kenaikan harga ini kerap terjadi menjelang musim hujan. Ia memperkirakan tren tersebut akan berlanjut hingga akhir tahun karena dipengaruhi cuaca dan meningkatnya permintaan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Bisa karena pengaruh hujan. Nanti Natal dan Tahun Baru itu biasanya semua harga juga naik,” jelasnya.
Meski harga beberapa sayuran meningkat, tidak semua komoditas mengalami hal serupa. Harga ayam potong justru turun dari Rp38 ribu menjadi Rp36 ribu per kilogram. Adapun harga beras, minyak goreng, dan gula pasir masih relatif stabil di kisaran masing-masing Rp16 ribu, Rp16 ribu, dan Rp17 ribu per kilogram.
Pantauan serupa juga terlihat di Pasar Wonokromo Surabaya. Harga cabai rawit di pasar ini berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram, sementara telur ayam masih stabil di angka Rp30 ribu per kilogram.
Salah seorang pembeli, Wahyuni (31), menilai kenaikan harga komoditas saat pergantian musim adalah hal yang lumrah.
“Mungkin hal itu dipengaruhi oleh hasil panen atau pengiriman, serta mendekati akhir tahun,” ucapnya.
Kondisi fluktuasi harga jelang musim hujan ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya dan dinas terkait untuk menjaga kestabilan pasokan dan mencegah lonjakan harga lebih lanjut. [rma/beq]






