Pasuruan (beritajatim.com) – Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Pasuruan tahun ini terasa berbeda dan penuh makna. Ribuan santri dan ulama mengikuti nonton bareng (nobar) film Sang Kiai secara serentak di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, sebagai bagian dari refleksi perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan.
Acara yang digelar dengan khidmat itu dihadiri Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, para ulama besar seperti KH Abdul Hakim Machfudz (Gus Kikin)ll dari Ponpes Tebuireng, KH Fuad Nur Hasan dari Ponpes Sidogiri, serta tokoh-tokoh agama dan pejabat daerah lainnya. Kehadiran mereka menambah suasana haru dan semangat kebangsaan dalam momentum Hari Santri.
Menurut Gus Abdullah Nasih Nashor, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, film Sang Kiai dipilih karena menggambarkan semangat resolusi jihad yang dikobarkan para ulama. Ia menilai, film tersebut menjadi media edukatif bagi santri muda untuk memahami perjuangan ulama dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
“Film ini bukan sekadar tontonan, tapi tuntunan. Kita diajak meneladani keberanian para kiai dan santri yang berjuang tanpa pamrih demi tegaknya NKRI,” ujar Gus Abdullah. Ia berharap semangat itu tetap hidup di dada para santri masa kini.
Bupati Rusdi Sutejo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengaku terharu dengan antusiasme para santri dan masyarakat. Ia menegaskan, film Sang Kiai menjadi refleksi nyata bahwa perjuangan bangsa ini tidak bisa dilepaskan dari peran besar ulama dan pesantren.
“Semangat perjuangan yang digambarkan dalam film ini adalah cermin dari jiwa santri sesungguhnya. Saya ingin santri di Kabupaten Pasuruan meneladani semangat itu dalam membangun daerah,” ujar Bupati Rusdi. Ia menambahkan, pemerintah akan terus mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rusdi juga mengumumkan pembentukan Dewan Pesantren di Kabupaten Pasuruan. Lembaga ini nantinya menjadi penghubung antara pemerintah daerah dan pesantren dalam hal pembinaan, penganggaran, dan pengembangan sumber daya santri.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan kabar baik dari pemerintah pusat bahwa akan dibentuk Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama. “Kami ingin pesantren menjadi pusat lahirnya generasi unggul, berakhlak, dan cinta tanah air,” jelasnya.
Sementara itu, KH Abdul Hakim Machfudz (Gus Kikin) yang turut memberikan tausiyah menekankan pentingnya menjaga persatuan umat. Ia mengingatkan, perbedaan pandangan jangan sampai memecah belah persaudaraan antarumat Islam.
“Kita harus belajar dari sejarah perjuangan para ulama sebagaimana ditampilkan dalam film Sang Kiai. Mereka berjuang bukan untuk menang-menangan, tapi untuk menegakkan kedamaian,” ujar Gus Kikin. Ia berharap nilai-nilai perjuangan itu terus dijaga agar Indonesia tetap menjadi negeri yang damai dan diridai Allah SWT. [ada/aje]






