Yogyakarta (beritajatim.com) – Delapan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sukses melaju ke tahap Bootcamp Pertamuda Seed & Scale 2025, kompetisi ide bisnis mahasiswa tingkat nasional yang digelar oleh PT Pertamina (Persero). Dari total 3.695 tim yang mendaftar, hanya 40 tim dari 24 kampus di seluruh Indonesia yang berhasil lolos ke tahap Bootcamp, dan delapan di antaranya berasal dari ITS. Capaian ini menegaskan dominasi talenta muda Jawa Timur dalam dunia inovasi bisnis dan energi berkelanjutan.
Ide-ide yang diusung para mahasiswa ITS tersebut menunjukkan kreativitas tinggi dan keberanian dalam menggabungkan teknologi dengan nilai sosial maupun lingkungan. Anis Aufar Makarim dan Shinta Dewi Pramesti menghadirkan Raih Asa, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang membantu masyarakat mencapai keseimbangan hidup. Sementara Kevin Ananta Marga dan Muhammad Nadhif Ikmalsyah mengembangkan Vityuu, spray herbal penurun kadar gula darah dari bahan alami.
Farhan Muhammad Rizqi bersama Azzam Pahlawan Ramadhan memperkenalkan Asteria Academy, robot edukatif interaktif untuk anak-anak, sedangkan Nabila Wildani Fathiatun Nida menghadirkan Gaalga, inovasi bio carbon capture berbasis mikroalga yang ramah lingkungan. Adapun Muhammad Hanif menciptakan Terangin, sistem turbin angin dan panel surya mini yang berfungsi membantu petani mengusir hama sekaligus menghemat energi.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa yang berhasil lolos ke babak Bootcamp. Ia menegaskan bahwa Pertamuda Seed & Scale merupakan wujud nyata komitmen Pertamina dalam membangun ekosistem kewirausahaan berkelanjutan di Indonesia.
“Pertamina percaya bahwa masa depan ekonomi bangsa ada di tangan anak muda yang kreatif dan berani mengambil peluang. Melalui Pertamuda, kami tidak hanya mencari pemenang, tapi juga menyiapkan fondasi kuat bagi ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Kami ingin agar setiap ide bisnis yang lahir di ajang ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat dan memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ujarnya, dikutip Minggu (26/10/2025).
Selain ITS, kampus lain dari Jawa Timur juga mencatat prestasi di ajang Pertamuda Seed & Scale 2025. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) meloloskan tiga mahasiswa, Universitas Ciputra Surabaya dua mahasiswa, sementara Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Muhammadiyah Gresik masing-masing satu mahasiswa. Dari Malang, Universitas Brawijaya meloloskan empat mahasiswa dan BINUS Malang dua mahasiswa. Dominasi kampus Jawa Timur ini menunjukkan bahwa semangat inovasi kini tumbuh kuat dari daerah, bukan hanya dari pusat. [beq]






