Gresik (beritajatim.com)- Puluhan ikan jenis sepat ditemukan mati mengambang di depan saluran air Pemkab Gresik. Diduga kematian ikan tersebut akibat keracunan limbah rumah tangga, atau disetrum warga saat hendak mencari ikan.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Zauji mengatakan, ikan yang mati tersebut ada dua kemungkinan keracunan limbah rumah tangga dan disetrum
“Supaya kejadian ini tidak terulang lagi, kami menghimbau masyarakat agar tidak membuang limbah rumah tangga ke saluran air yang bermuara ke kali,” katanya, Jumat (24/10/2025).
Masih menurut Jauzi. apabila ada warga yang masih membandel. Pihaknya tak segan-segan akan memberi sanksi berupa surat peringatan.
“Yang jelas sanksinya pasti ada karena berdampak pada pencemaran lingkungan,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Gresik Abdul Hamdi menilai, faktor cuaca bisa menjadi penyebab kematian ikan secara massal. Menurutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Gresik beberapa waktu terakhir bisa memicu perubahan suhu air secara drastis.
“Air panas karena cuaca kemudian bercampur dengan air hujan bisa menyebabkan ikan mati. Selain itu, limbah rumah tangga yang tidak memiliki tempat penampungan komunal juga ikut mencemari saluran air,” ungkapnya.
Salah satu warga, Yudhi menyatakan dirinya menyayangkan adanya ikan mati di saluran air yang sebelumnya tak pernah terjadi.
“Saya kaget saja kok banyak ikan mati mengambang padahal air di saluran jernih,” pungkasnya. [dny/aje]






