Yogyakarta (beritajatim.com)– Dua siswi berbakat dari SMAN 5 Yogyakarta kini tengah mengharumkan nama Daerah Istimewa Yogyakarta di kancah nasional.
Mereka adalah Desak Nalla Nanda Karenzha dan Meutia Aulia Tsany Iskandar, kreator game edukasi anak bertajuk “Berkisah”, yang sukses lolos ke babak final Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek.
Game “Berkisah” merupakan permainan berbasis Role Playing Game (RPG) yang dirancang untuk anak usia 3–7 tahun. Melalui permainan ini, anak-anak dapat belajar mengenal emosi, empati, dan cara memecahkan masalah melalui peran-peran yang mereka mainkan.
“Game ini kami kembangkan dengan pendekatan teatrikal dan visual yang lucu seperti kelinci, singa, kucing, dan domba. Anak-anak bisa langsung bermain peran sesuai karakter yang mereka pilih,” ujar Meutia Tsany Iskandar, salah satu pengembang.
Selain versi aplikasi, “Berkisah” juga hadir dalam bentuk game hardbook teatrikal dan dilengkapi kartu Augmented Reality (AR) yang interaktif. Desak Nalla menuturkan, game ini sudah diujicobakan di beberapa TK dan komunitas peduli anak di Yogyakarta, serta disosialisasikan kepada Ikatan Kepala Sekolah TK dan PAUD se-Kota Yogyakarta.
“Kami ingin game ini menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi anak dan juga bisa dimainkan bersama orang tua atau guru,” ujarnya.
Menariknya, “Berkisah” juga telah mendapat hak kekayaan intelektual (HAKI) serta expert judgement dari psikolog Eva Rahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang menilai game ini sangat efektif dalam membantu anak-anak usia dini mengenali emosinya secara positif.
Kepala TK Pangudi Luhur Yogyakarta, Anastasia Arum Sari, M.Pd., menilai inovasi ini sebagai terobosan penting dalam dunia pendidikan anak. “Game ini membantu anak mengenali peran dan emosi mereka sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Ini sangat relevan dengan capaian fase fondasi anak usia dini,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala TK Fawwas Global Islamic School, Barokah Desiyanti, S.Pd., yang menilai “Berkisah” sangat menarik dan berwarna. “Game ini seru, interaktif, dan sangat disukai anak-anak. Bagi kami, ini menjadi alat bantu efektif untuk mengajarkan pengenalan emosi sejak dini,” tuturnya.
Dengan segudang inovasi dan dukungan dari para pendidik, “Berkisah” siap bersaing di final FIKSI 2025 di Jakarta. Karya dua siswi muda ini menjadi bukti bahwa kreativitas pelajar Indonesia mampu melahirkan solusi edukatif yang berdampak positif bagi generasi penerus bangsa. [aje]






