Surabaya (beritajatim.com) – Inovasi ini solusi nyata mengurangi sampah plastik. Siswa SMKN 2 Mojokerto berhasil menciptakan Multie Mie, mi instan dengan bungkus bumbu yang bisa langsung larut atau dimakan (edible film).
Terobosan ramah lingkungan ini dibuat dari pati singkong. Multie Mie siap bersaing di Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) tingkat Nasional di Jakarta, 27 Oktober 2025 mendatang.
Multie Mie dikembangkan oleh Faisal Fikri Rushdi Shihab (Agribisnis) dan Reyfan Akbar Lazuardi Anto (Desain Komunikasi Visual). Faisal menjelaskan, edible film adalah inovasi utama untuk mengurangi limbah.
“Lapisan ini kami buat sendiri dari pati singkong. Ini upaya nyata mengurangi limbah plastik multilayer yang banyak digunakan pada kemasan mi instan konvensional,” kata Faisal, Kamis (23/10/2025).
Saat menyeduh, bungkus bumbu bisa langsung ikut dimakan. “Sifatnya seperti pembungkus sosis,” tambahnya.
Selain ramah lingkungan, Multie Mie juga fokus pada kesehatan. Produk rasa ayam kecap ini dibuat dari tepung terigu yang difortifikasi dengan bahan lokal Mojokerto, seperti daun kelor, kunyit, dan buah bit.
Ketiga bahan ini dipilih karena mengandung antioksidan tinggi sekaligus berfungsi sebagai pewarna alami. “Bahan-bahan ini bukan hanya menambah nilai gizi, tapi juga memperkuat identitas lokal Mojokerto,” ujar Faisal.
Kemasan utama produk ini pun ramah lingkungan, dengan menggunakan paper bowl biodegradable yang mudah terurai.
Multie Mie lahir dari kolaborasi lintas jurusan. Faisal fokus pada Riset & Pengembangan (R&D) produk, termasuk pembuatan edible film. Sementara Reyfan, siswa DKV, menangani desain kemasan dan digital marketing.
“Desain kemasan sangat penting. Kami ingin Multie Mie tampil modern, gaya anak muda, tapi tetap membawa pesan sehat dan hijau,” kata Reyfan.
Inovasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. “Kami sangat mengapresiasi inovasi kreasi makanan ini. Produk ini bukti representasi sempurna dari inovasi vokasi yang peka terhadap perkembangan zaman,” kata Aries.
Aries menyoroti komposisi gizi Multie Mie yang terjaga dan dibuat tanpa bahan pengawet. “Ini menunjukkan bahwa siswa SMK mampu menciptakan solusi makanan yang sehat tanpa mengorbankan daya tarik pasar,” tegasnya.
Aries juga mendorong sinergi keahlian lintas jurusan seperti yang dilakukan tim Multie Mie. “Kami dorong semua SMK di Jatim untuk terus memecah sekat jurusan dan berkolaborasi. Di dunia industri, kesuksesan lahir dari kerja tim lintas disiplin,” pungkasnya. [ipl/kun]






