Pasuruan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menunjukkan komitmen tinggi terhadap inklusivitas dengan melibatkan penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan kebencanaan. Langkah ini menjadi bukti bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Keterlibatan penyandang disabilitas tidak sebatas sebagai penerima bantuan, melainkan juga sebagai relawan dan narasumber dalam kegiatan sosialisasi mitigasi bencana. Mereka menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan prioritas dalam proses penanganan kebencanaan. “Memang disabilitas ini menjadi prioritas dalam pertolongan, tapi kami juga memberikan ruang bagi mereka untuk aktif sebagai relawan dan narasumber,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).
BPBD Kabupaten Pasuruan juga telah menyiapkan fasilitas ramah disabilitas di kantor mereka untuk memastikan setiap orang memiliki akses yang sama terhadap layanan kebencanaan dan ruang partisipasi sosial. “Kami menyediakan pojok disabilitas agar mereka bisa berkegiatan dengan nyaman di kantor BPBD. Selain itu, kami juga menyiapkan toilet khusus bagi penyandang disabilitas,” tambah Sugeng.
Ia menegaskan bahwa BPBD berupaya menjadi lembaga yang benar-benar inklusif dan humanis. Melalui kebijakan tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran publik bahwa penyandang disabilitas bukan kelompok lemah, melainkan mitra penting dalam pembangunan sosial. Mereka memiliki kemampuan dan semangat yang sama dalam membantu masyarakat menghadapi bencana.
Selain menjadi relawan, para penyandang disabilitas juga aktif dalam kegiatan edukasi kebencanaan di sekolah dan lingkungan masyarakat. Keterlibatan ini bertujuan menumbuhkan empati sekaligus membangun solidaritas di tengah keberagaman kemampuan fisik masyarakat.
Menurut Sugeng, langkah melibatkan kelompok disabilitas merupakan bagian dari strategi mitigasi berbasis komunitas yang tengah dikembangkan BPBD. “Semua orang punya peran dalam kebencanaan, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tegasnya.
Ke depan, BPBD berencana memperluas pelatihan kebencanaan bagi komunitas disabilitas di beberapa kecamatan. Program ini diharapkan dapat mencetak lebih banyak kader relawan yang memiliki kepekaan dan keterampilan dalam menghadapi kondisi darurat.
Dengan upaya tersebut, Kabupaten Pasuruan diharapkan menjadi salah satu daerah yang berhasil menerapkan prinsip Disaster for All, yaitu sistem penanggulangan bencana yang ramah dan melibatkan semua kalangan masyarakat. [ada/beq]






