Jakarta (beritajatim.com) – Setelah mengangkat sisi hangat dan penuh warna dalam bab MAMIU lewat lagu “Menarilah dengan Jiwamu”, musisi dan komposer Isyana Sarasvati kembali melangkah ke fase baru perjalanan musikalnya.
Melalui label independen miliknya, REDROSE Records, Isyana resmi merilis single terbaru bertajuk “I’m on My Way” sebagai pembuka bab ketiga dari album kelima yang akan datang, “EKLEKTIKO.”
Lagu ini menjadi refleksi mendalam sekaligus ungkapan spiritual yang menggambarkan perjalanan batin seorang Isyana Sarasvati. “I’m on My Way” merupakan lagu pertama yang ia tulis di era EKLEKTIKO, diciptakan pada awal tahun 2024 di tengah proses pencarian jati diri.
“Lagu ini lahir dari momen penuh air mata. Aku merasa bersyukur karena berkat menulis lagu ini aku bisa kembali merasa, mengalami dunia, dan merasa ‘hidup’ kembali,” ungkap Isyana dengan penuh emosi.
Dalam karya ini, Isyana menggambarkan “I’m on My Way” sebagai bentuk doa musikal tentang kerinduan, perjalanan jiwa, dan penyerahan diri manusia kepada Tuhannya.
Ia percaya bahwa setiap anugerah maupun penderitaan adalah bagian dari perjalanan pulang menuju Sang Pencipta.
Diproduksi dan ditulis sepenuhnya oleh Isyana Sarasvati, lagu ini menampilkan aransemen pop lembut dengan nuansa spiritual yang kuat. Dalam proses produksinya, ia berkolaborasi dengan Lafa Pratomo, yang turut memperkaya lagu melalui aransemen strings hasil tulisan Isyana sendiri.
Hasilnya, komposisi megah namun tetap intim, mencerminkan keseimbangan antara emosi dan ketenangan.
Lagu ini juga memperkenalkan sosok simbolik bernama Cecilia — persona misterius, feminin, dan penuh kebijaksanaan yang mewakili refleksi spiritual Isyana. Cecilia menjadi lambang dari kesadaran diri, penerimaan hidup, dan kebijaksanaan dalam menjalani peran sebagai manusia.
Kisah spiritual “I’m on My Way” turut diwujudkan secara visual dalam video musik yang digarap oleh sutradara Dani Huda. Video tersebut mengambil latar megah di kawasan Gunung Agung, Bali, tepatnya di Savana Tianyar. Dani mengangkat dua konsep utama: Manunggaling Kawula Gusti dan Divine Feminine.
Konsep Manunggaling Kawula Gusti melambangkan penyatuan manusia dengan Tuhan, sedangkan Divine Feminine menggambarkan energi feminin yang penuh kasih, kreativitas, dan harmoni dengan alam semesta. Menariknya, seluruh video diambil menggunakan kamera analog, menghadirkan kesan klasik dan spiritual yang kuat.
Gunung Agung dipilih bukan tanpa alasan — gunung ini memiliki makna sakral sebagai simbol keagungan Tuhan dan alam semesta. Sementara hamparan savana menjadi representasi peleburan antara kawula dan Gusti, simbol penyatuan spiritual yang menjadi inti dari lagu ini.
Dengan “I’m on My Way”, Isyana Sarasvati menghadirkan babak paling introspektif dalam perjalanan albumnya. Lagu ini bukan hanya karya musik, tetapi juga perjalanan menuju kesadaran, penyembuhan, dan ketenangan jiwa.
Bab Cecilia sendiri masih akan berlanjut dengan beberapa lagu berikutnya yang dijadwalkan rilis pada Desember 2025, menjelang peluncuran penuh album “EKLEKTIKO” pada tahun 2026 mendatang.
“Setiap bab dalam EKLEKTIKO adalah potongan perjalanan jiwaku — dan ‘I’m on My Way’ adalah langkah pertama menuju pulang,” tutup Isyana Sarasvati. (ted)






