Jakarta (beritajatim.com) – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menekankan pentingnya audit terhadap berbagai aspek terkait rencana pemerintah untuk membangun kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur yang menggunakan APBN.
Menurut Eddy, audit harus juga mencakup seluruh aspek, mulai dari keuangan hingga konstruksi bangunan. “Usul yang bisa kami sampaikan agar ada akuntabilitas kepada publik, ya baiknya dilakukan audit dulu, baik itu audit keuangan, audit pembangunan, audit konstruksi, dan lain-lain,” kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/10/2025).
“Karena APBN itu perlu dipertanggungjawabkan untuk apapun kegiatannya. Saya kira perlu dilaksanakan audit terlebih dahulu terhadap pembangunan dari Ponpes yang menggunakan mungkin APBN,” lanjut Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Dia juga menegaskan, harus ada transparansi detail dan jelas terkait penggunaan dana APBN untuk pembangunan, termasuk ponpes Al-Khoziny. Oleh sebab itu, dia berharap pemerintah melakukan audit total sebelum membangun ulang bangunan di ponpes tersebut.
Eddy pun mendukung, investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian. “Saat ini telah dilaksanakan pengusutan investigasi oleh aparat penegak hukum. Saya percaya akan melakukannya secara baik,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pihaknya akan membangun ulang gedung Pondok Pesantren Al Khoziny yang ambruk pada 29 September 2025.
Meski anggaran pembangunan lembaga keagamaan berada di bawah Kementerian Agama, namun menurutnya, karena insiden ini bersifat darurat nasional, Kementerian PU akan turun tangan langsung.
“Cuma kan ini kondisi darurat, yang di Sidoarjo pasti kita yang masuk,” ujarnya disela pertemuan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Dody menyebut pemerintah juga membuka peluang bagi pihak swasta untuk berkontribusi membantu perbaikan pesantren-pesantren lain di seluruh Indonesia yang kondisinya sudah tua dan rawan roboh. “Insya Allah dari APBN, tapi tidak menutup kemungkinan jika ada bantuan dari swasta,” katanya. [hen/suf]






