Bondowoso (beritajatim.com) – Tangis pilu terdengar di tengah hamparan kebun kopi PTPN I Regional V di Desa Kaligedang, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, Senin (13/10/2025).
Belasan buruh perempuan tak kuasa menahan air mata saat melihat ribuan pohon kopi muda yang selama ini mereka rawat, kini tumbang dan rusak parah.
Dalam video berdurasi dua menit 28 detik yang beredar, tampak para buruh perempuan itu menangis tersedu-sedu di antara batang kopi yang patah.
Sebagian duduk lemas di tanah, sebagian lain mengusap wajahnya berulang kali. Ada pula yang berteriak histeris memanggil nama Tuhan sambil memandangi lahan yang porak poranda.
“Der kening tolah, paak (semoga pelaku tertimpa azab, paaak),” teriak seorang buruh perempuan sembari mengusap matanya menggunakan kaos yang dipasang bagian kepala.
Diperkirakan, pohon-pohon kopi yang dirusak itu merupakan tanaman muda hasil tanam tahun 2023, berusia sekitar tiga tahun.
Statusnya masih Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) — artinya, belum sempat masuk masa panen perdana yang biasanya tiba di usia empat tahun.
Total sekitar 6.661 pohon kopi di lahan seluas 4,6 hektare dilaporkan ditebang oleh orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (12/10/2025) malam atau Senin (13/10/2025) dini hari.
Pihak PTPN I Regional V masih menghitung kerugian dan melakukan pelaporan ke pihak kepolisian.
Camat Ijen, Wisnu Hartono, membenarkan kejadian tersebut dan meminta masyarakat maupun pihak perusahaan untuk tetap menahan diri.
“Benar, perusakan terjadi tadi malam. Pihak PTP masih melakukan penghitungan jumlah pohon yang rusak. Kami minta semua pihak menjaga kondusivitas,” ujarnya dikonfirmasi beritajatim.com via sambungan telepon.
Wisnu menilai peristiwa ini tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga psikologis bagi para pekerja kebun yang sebagian besar perempuan.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk sama-sama menahan diri. Dari PTPN mohon jangan dulu menambah luasan tanam kopinya sebelum konflik dengan warga ada titik terang,” katanya.
Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi, juga membenarkan telah melakukan pengecekan bersama personel Brimob dan pegawai PTPN.
Ia mengimbau agar manajemen PTPN segera membuat laporan resmi ke Polres Bondowoso untuk mempercepat proses penyelidikan.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki siapa pelaku dan apa motif di balik aksi penebangan ribuan pohon kopi tersebut. (awi/ian)






