Surabaya (beritajatim.com) – Dosen dan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis Digital Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) memberikan pelatihan kecerdasan buatan (AI) bagi guru SD Negeri 2 dan SD Negeri 3 Pajahan, Tabanan, Bali.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi AI untuk pembelajaran ini memperkenalkan platform mulai dari Gemini hingga inovasi Google Veo.
Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa AI kini dapat menjadi mitra efektif bagi guru di daerah untuk menyusun materi ajar yang lebih menarik dan relevan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa AI bisa menjadi mitra guru dalam mengajar. Dengan pemanfaatan AI, guru dapat menyusun materi yang lebih interaktif dan menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa,” ujar Prof. Esther, Senin (13/10/2025).
Tim dosen yang berkolaborasi dengan Zefanya Aditya Sabat Ekanugraha, S.Mat., seorang guru dari SMTK Pelangi Kristus, memperkenalkan beberapa teknologi AI yang disusun agar mudah dicerna peserta.
Teknologi yang dikenalkan seperti Gemini (termasuk versi Pro) yang bermanfaat bagi guru dan siswa, Nano Banana untuk membuat foto dan ilustrasi edukatif, serta Google Veo dan Google Flow untuk menciptakan karakter dan animasi lucu.
Para guru di dua sekolah tersebut menyambut hangat penyuluhan ini. Kepala Sekolah SD Negeri 2 Pajahan, I Gusti Eka Putri Dewi Nitya, S.Pd., M.Pd., bahkan mencoba langsung penggunaan Virtual Reality (VR) yang dapat dikolaborasikan dengan AI.
Prof. Esther berharap kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dapat mendorong para guru untuk terus mengembangkan kompetensi digital.
“Harapan kami, para guru dapat terus mengembangkan kemampuan digital dan memanfaatkan AI secara optimal dalam proses belajar mengajar,” tutup Prof. Esther. [ipl/kun]






