Situbondo (beritajatim.com) – Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengusulkan dua lokasi Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dan mengantarkan proposalnya langsung ke Kementerian Sosial.
“Pertama, lokasi dengan ada infrastruktur. Kedua, lahan kosong seluas kurang lebih hampir tujuh hektare,” kata Kepala Dinas Sosial Situbondo Timbul Surjanto, Jumat (10/10/2025).
Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum datang ke Situbondo untuk melakukan survei di dua lokasi tersebut. Namun ada kendala yang dihadapi.
Menurut Timbul, jangka waktu rehabilitasi gedung dengan masa penerimaan siswa tahun ajaran baru terlalu berdekatan. Biaya rehabilitasi gedung yang dikeluarkan akan sangat besar untuk mengejar jadwal tahun ajaran baru.
Belum siapnya gedung Sekolah Rakyat ini yang kemudian membuat para calon siswa dari keluarga desil 1 hingga desil 4 dimasukkan ke sekolah umum. “Jadi semua siswa di Situbondo tidak ada yang tidak belajar. Semua sudah tercukupi, masuk di sekolah-sekolah umum,” kata Timbul.
Timbul saat ini menanti informasi dari Kementerian Sosial untuk pembangunan Sekolah Rakyat tahun depan. “Intinya Situbondo siap,” katanya.
Timbul meminta orang tua calon siswa SR untuk menyemangati anak-anak mereka. “Sekolah Rakyat ini bukan sekolah orang miskin. Tapi bagaimana semua orang miskin atau orang tidak mampu memperoleh hak yang sama dengan siswa-siswa yang mampu atau berkecukupan. Jadi tidak ada istilah anak-anak yang kurang mampu minder,” katanya. [wir]






