Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkuler. Setelah membangun Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di Desa Balak, Kecamatan Songgon, dan Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kini pembangunan fasilitas serupa kembali dilakukan di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo.
Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari program Banyuwangi Hijau, hasil kolaborasi antara Borealis, Austria, dan Clean Rivers, Uni Emirat Arab.
“Penanganan sampah ramah lingkungan dengan membangun fasilitas pengolahannya ini adalah bagian dari program Banyuwangi Hijau Fase 2,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis (9/10/2025).
Fasilitas TPS 3R di Karetan akan menjangkau 37 desa di delapan kecamatan di sekitar Purwoharjo, dengan kapasitas pengolahan sekitar 160 ton per hari.
“Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat, para mitra negara, Project Stop, dan Perhutani Selatan yang telah menyediakan lahan, serta semua pihak yang mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan di Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, menjelaskan bahwa pembangunan TPS 3R Karetan saat ini masih dalam tahap cut and fill untuk penyiapan lahan konstruksi.
“Pembangunannya terus berprogres. Saat ini masih pengerjaan fondasi, pembuatan pagar keliling, dan bangunan penyangga lainnya. Targetnya Juni 2026 bisa tuntas, sehingga bulan berikutnya bisa mulai beroperasi,” ujar Yani, sapaan akrabnya.
Selain TPS 3R Karetan, Dwi Handayani menambahkan bahwa akan dibangun dua Stasiun Peralihan Antara (SPA) baru di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, dan Desa Setail, Kecamatan Genteng.
Kedua fasilitas itu termasuk dalam pengembangan fase 3 program Banyuwangi Hijau dengan dukungan Clean Rivers, Uni Emirat Arab. Masing-masing SPA memiliki kapasitas 50 ton sampah per hari.
Dengan tambahan dua SPA dan satu TPS 3R, total kapasitas pengelolaan sampah Banyuwangi akan mencapai 260 ton per hari, melayani hingga 1,4 juta penduduk.
“Dengan total populasi Banyuwangi sebanyak 1,7 juta, artinya Banyuwangi Hijau akan bisa menjangkau hampir seluruh warga. Sementara sisanya akan dilayani dengan dukungan pihak lain seperti Sungai Watch dan Clean Oceans Through Clean Communities (CLOCC) dari Norwegia,” jelas Yani. [tar/ian]






