Magetan (beritajatim.com) – Gelaran Livoli Divisi Utama 2025 di GOR Ki Mageti, Magetan, tak hanya menjadi ajang olahraga bergengsi, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketua Harian PBVSI Kabupaten Magetan, Sidik Perwito, mengungkapkan, total perputaran uang selama turnamen diperkirakan mencapai lebih dari Rp506 juta, berasal dari sektor akomodasi, konsumsi, dan pembelian suvenir.
“Dari sembilan tim yang berlaga, termasuk wasit dan dewan hakim pusat, semuanya tinggal di Magetan selama 11 hari. Satu tim rata-rata berisi 30 orang, jadi total ada lebih dari 270 orang yang beraktivitas di sini,” ujar Sidik, Rabu (8/10/2025).
Menurutnya, tim-tim voli nasional itu menempati sejumlah penginapan di wilayah Magetan dan sekitarnya. “Untuk Rajawali O2C Ciparai menginap di Hotel Nirwana Sarangan, TNI AU Putra Putri di Mes TNI AU Maospati, Indomart di Hotel Imelda, PDAM Tirta Bhagasari di Hotel Nirwana, dan pengurus PBVSI serta kru Moji TV kami siapkan di Hotel Bukit Bintang,” katanya.
Selain itu, pengurus PBVSI Jawa Timur menempati Mapan Guest House, sementara steward tinggal di Hotel Nirwana Sarangan. Dengan rata-rata tarif hotel Rp350.000 per malam, sektor akomodasi saja sudah menghasilkan sekitar Rp288 juta selama turnamen.
Dari sektor konsumsi, restoran dan rumah makan di sekitar penginapan juga kecipratan rezeki. “Untuk makan siang dan malam selama 11 hari, dengan rata-rata Rp25.000 per porsi, totalnya sekitar Rp41 juta lebih,” jelas Sidik.
Ia menambahkan, pengeluaran tambahan dari para atlet dan ofisial di warung-warung lokal turut memperbesar potensi PAD dari pajak daerah. “Kalau mereka jajan atau beli makanan ringan di warung, kita estimasi Rp20.000 per orang per hari, totalnya sekitar Rp54 juta. Belum lagi pembelian merchandise khas Magetan seperti sepatu atau oleh-oleh, bisa mencapai Rp81 juta,” paparnya.
Jika dijumlahkan, total perputaran ekonomi yang dapat menjadi basis pajak dan retribusi daerah mencapai Rp506 juta lebih. “Angka ini bahkan bisa menutupi biaya dukungan Pemkab sebesar Rp495 juta. Jadi apa yang kita keluarkan Insyaallah kembali ke kas daerah lewat pergerakan ekonomi lokal,” tegas Sidik.
Lebih lanjut, Sidik menuturkan bahwa kebutuhan panitia seperti konsumsi petugas, jersey, dan logistik lainnya dibiayai dari hasil penjualan tiket masuk selama pertandingan. “Kita optimistis event nasional ini bukan hanya menghadirkan prestasi, tapi juga meningkatkan potensi PAD Magetan secara nyata,” pungkasnya. [fiq/beq]






