Malang (beritajatim.com) – M Shofan, suami Nurul Sahara, mengaku bisnis rental mobil miliknya mengalami penurunan signifikan imbas perseteruan dengan Imam Muslimin alias Yai Mim beberapa waktu terakhir. Orderan yang biasanya ramai di akhir pekan kini merosot hingga 50 persen.
“Orderan menurun, biasanya jalan Sabtu – Minggu ini tidak jalan. Cuma itu kan kembali ke rejeki saya, rejeki tidak tertukar. Mungkin ini karena cobaan. Lebih kurang 50 persen (penurunan),” ujar Shofan, Selasa (7/10/2025).
Perseteruan ini bermula dari konflik antara Yai Mim dan Sahara di komplek Perumahan Joyogrand Kavling Depag, RT 09/RW 09, Kota Malang. Konflik ini melebar menjadi isu nasional setelah video kedua pihak viral di sejumlah platform media sosial.
Dampak perseteruan kini dirasakan langsung Shofan dan Sahara. Dari 11 unit mobil rental miliknya, separuh tidak keluar atau sepi orderan dalam dua pekan terakhir. Sepinya orderan juga berdampak pada karyawan yang bekerja bersamanya.
“Ada 11 unit, separuh yang tidak keluar selama 2 pekan terakhir. Intinya, komentar saya adalah kebenaran ada menemukan jalannya. Kebenaran akan segera datang,” kata Shofan.
Selain itu, para karyawan juga mendapat teror di media sosial imbas perseteruan ini. “Iya pengaruh, temen-temen pegawai di teror di media (sosial) ini itu. Tapi saya bilang sabar, ini memang ujian buat kita semua. Yang penting, kita selalu semangat dan yang terpenting tidak membuat orang kecewa dengan kita,” tambah Shofan.
Perseteruan ini juga menyebabkan pembatalan pemesanan mobil rental. Dalam dua pekan terakhir, ada lebih dari lima pelanggan yang membatalkan pesanan, kemungkinan karena takut menjadi sorotan publik.
“Sampai sekarang seperti ini, belum terlalu bagus (bisnis) cuma kami harus menyadari itu semua,” ungkapnya. [luc/beq]






