Gresik (beritajatim.com)- Dua pelajar asal Pulau Bawean Gresik menorehkan prestasi yang luar biasa diajang 15th World Robotic for Peace Competition 2025 yang digelar International Robotic Training & Competition di Kualalumpur Malaysia beberapa hari lalu.
Dalam ajang bergengsi itu, tim robotik SDIT Al Huda Bawean menyabet 4 medali internasional dengan rincian. Juara pertama kategori Robot Sumo 1 Kilogram, juara 1 kategori Soccer 250 gram. Kemudian juara 2 kategori Soccer 250 gram, dan juara 2 kategori Robot Soccer Berkaki.
Semua capaian itu, ditorehkan oleh
Faiqotur Riyasah Izziyah dan Aqila Fauzi yang mengikuti berbagai kategori lomba.
Kepala SDIT Al Huda Bawean, Rissky Wahyu Saputra mengatakan, rasa syukur dan bangganya atas capaian duanya siswinya tersebut.Atas prestasi ini menjadi bukti bahwa anak-anak dari pulau mampu bersaing di tingkat dunia.
“Kerja keras dan semangat belajar serta doa. Siswi kami mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berprestasi,” katanya, Selasa (7/10/2025).
Sementara itu, Ketua Yayasan Darul Fikri Elia Puspa menuturkan, kemenangan ini bukan hanya untuk sekolah melainkan juga untuk masyarakat Bawean.
“Ini kemenangan bersama. Terima kasih kepada para pembimbing, pelatih, dan wali murid yang telah mendukung penuh. Prestasi ini tonggak penting bagi generasi unggul dari pulau untuk bersaing di panggung global,” tuturnya.
Faiqotur Riyasah Izziyah dan Aqila Fauzi dua siswi yang luar biasa ini menceritakan pengalamannya selama mengikuti panggung internasional.
“Awalnya sempat gugup, tapi doa dan dukungan guru serta orang tua membuat saya yakin. Saya ingin terus belajar agar bisa membuat robot yang lebih hebat lagi,” pungkas Faiqotur Riyasah Izziyah.
Sebagai informasi ajang World Robotic for Peace Competition sendiri telah terdaftar resmi di Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional) Indonesia, sehingga capaian SDIT Al Huda Bawean mendapatkan pengakuan nasional. [dny/aje]






