Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Juli 2025 mencapai 31,07 persen, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 35,24 persen. Artinya, terjadi penurunan sekitar 4,17 poin dalam satu bulan terakhir.
Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny menjelaskan bahwa penurunan ini mengindikasikan adanya perlambatan aktivitas pariwisata dan perhotelan di wilayah Kabupaten Mojokerto setelah puncak musim libur pertengahan tahun. “Setelah periode libur sekolah dan hari besar keagamaan usai, tingkat hunian hotel kembali turun ke level normal di bawah 35 persen,” ungkapnya, Selasa (7/10/2025).
Meski tingkat penghunian kamar menurun, Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) justru mengalami sedikit peningkatan. Pada bulan Juli 2025, RLMT tercatat sebesar 1,03 hari, naik tipis dibandingkan bulan Juni yang berada di bawah angka tersebut. Dwi menambahkan bahwa tamu asing masih menunjukkan durasi tinggal yang lebih lama dibandingkan wisatawan domestik.
“Rata-rata lama menginap tamu asing pada Juli 2025 mencapai 1,24 hari, sedangkan tamu Indonesia rata-rata menginap selama 1,03 hari. Pergerakan data ini masih tergolong wajar karena aktivitas wisata di Mojokerto cenderung fluktuatif, mengikuti pola libur sekolah dan agenda keagamaan. Kami akan terus memantau perkembangan sektor akomodasi,” katanya.
Pasalnya, lanjutnya, indikator tersebut juga berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi daerah, khususnya di sektor jasa dan pariwisata. Pihaknya memperkirakan tren okupansi hotel berpotensi meningkat kembali pada kuartal IV seiring dengan datangnya musim liburan akhir tahun dan meningkatnya agenda wisata lokal di wilayah Mojokerto Raya. [tin/aje]






