Surabaya (beritajatim.com) – Lebih dari 600 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur memadati Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya dalam ajang Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (FASHMU) II, Sabtu (4/10/2025).
Festival yang diinisiasi oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) ini bertujuan untuk mengasah potensi dan karakter anak-anak melalui berbagai kompetisi bernuansa islami.
Festival dengan tema “Sportif, Berprestasi, dan Berkemajuan” ini menghadirkan sembilan kategori lomba, antara lain Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Pemilihan Dai Cilik (Pildacil), Lomba Qiroatil Kutub, Kaligrafi Islami, Imam Sholat, Muadzin, Syarhil Qur’an, dan Lomba Defile.
Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim, Abdul Basith mengatakan bahwa FASHMU II merupakan puncak dari seleksi berjenjang yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat daerah.
“Peserta yang hadir adalah anak-anak terbaik hasil seleksi ketat di daerah masing-masing. Sistem ini memungkinkan potensi anak, baik di bidang seni, kepemimpinan, maupun keagamaan, dapat terpetakan dengan baik,” ujar Abdul Basith.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kaderisasi berkelanjutan dalam persyarikatan Muhammadiyah.
Ketua PWM Jatim,Sukadiono menekankan FASHMU memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter sejak dini. Ia juga menyoroti bahwa peserta tidak hanya berasal dari sekolah Muhammadiyah, tetapi juga sekolah negeri dan swasta.
“Paparan perbuatan baik sangat berpengaruh pada perkembangan otak anak. FASHMU adalah cara membangun karakter, memberi paparan positif, sekaligus ruang bagi anak-anak untuk berprestasi,” jelas Sukadiono.
Ia menegaskan kembali komitmen Muhammadiyah dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan iman, sejalan dengan prinsip bahwa pendidikan tidak hanya menyangkut aspek intelektual, tetapi juga moral dan akhlak.
Sementara Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal mengusulkan agar FASHMU dapat ditingkatkan ke level nasional di masa mendatang.
“Anak-anak ini adalah bonus dakwah. FASHMU perlu diperluas cakupannya, tidak hanya di Jawa Timur, tapi melibatkan provinsi lain,” kata Fathurrahman.
Ia juga menyarankan agar kategori lomba diperkaya dengan kreasi digital dan musik islami positif untuk memberi ruang ekspresi yang lebih luas di era digital.
Sebagai tuan rumah, UM Surabaya memberikan dukungan penuh dengan melibatkan civitas akademika. Rektor UM Surabaya, Mundakir menyatakan bahwa peran ini adalah wujud kontribusi amal usaha Muhammadiyah dalam memperluas dakwah.
“Kami tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga melibatkan dosen dan sekitar 30 mahasiswa dalam kepanitiaan dan sistem penjurian,” tutup Mundakir.
FASHMU diharapkan menjadi tradisi dakwah yang berkelanjutan dan menumbuhkan kecintaan anak-anak pada Al-Qur’an serta tradisi keilmuan Muhammadiyah. [ipl/aje]






