Jember (beritajatim.com) – Kelompok Studi Kesehatan Lingkungan (E-Healthy), Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, menggelar kegiatan kunjungan edukatif bertajuk “Enviro Trip: Eksplorasi Pengolahan Air Bersih di IPA Tegal Gede”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 15 September 2025, pukul 09.00–12.00 WIB di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tegal Gede, milik Perumdam Tirta Pandalungan Jember, yang berlokasi di Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.
Kegiatan ini diikuti 25 mahasiswa dan bertujuan untuk meningkatkan capacity building dan memberikan pengalaman lapangan mengenai proses pengolahan air bersih mulai dari pengambilan, pengolahan di instalasi, hingga pendistribusian ke masyarakat.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini, teman-teman dapat memperoleh pengalaman praktis, menambah wawasan, serta memperkuat semangat untuk terus berkontribusi dalam bidang kesehatan lingkungan.” ungkap Shinta Nur, Ketua Pelaksana Enviro Trip.
Kunjungan ini mendapat sambutan positif dari pihak IPA Tegal Gede. Mereka berharap mahasiswa dapat memahami tahapan pengolahan air sebelum sampai ke masyarakat, serta aktif bertanya selama proses kunjungan.
“Nanti bisa ditanyakan secara langsung saat penjelasan di tiap tahapan pengolahan air, supaya lebih paham dan jelas,” ujar perwakilan teknis Perumdam Tirta Pandalungan Jember yang mendampingi kegiatan.
Proses pengolahan air di IPA Tegal Gede diawali dengan pengambilan air baku dari Sungai Bedadung yang ditampung dalam bak berkapasitas 50 liter per detik. Selanjutnya dilakukan proses koagulasi untuk mengetahui dosis koagulan yang tepat melalui jar test. Koagulan yang digunakan adalah Poly Aluminium Chloride (PAC) sebanyak 50 kilogram yang dicampur dengan 900 liter air.
“Pengujian ini dilakukan setiap hari karena kondisi air sungai yang cenderung berubah-ubah,” ujar Bu Ayu selaku perwakilan Perumdam Tirta Pandalungan.
Setelah koagulasi, air masuk ke ruang flokulator dan terjadi pembentukan flok. Semakin kasar flok yang terbentuk semakin bagus kualitas air yang dihasilkan. Tahap berikutnya adalah sedimentasi, yang berfungsi untuk mengendapkan gumpalan flok dengan bantuan plat settler. Flok yang terendap akan masuk ke zona lumpur yang berada di dasar bak sedimentasi sedangkan air akan disalurkan ke ruang filtrasi.
Ruang filtrasi yang menggunakan sistem gravitasi dan tekanan pompa. Media filtrasi yang digunakan adalah pasir silika dengan ketebalan 60–70 cm. Air hasil filtrasi kemudian dialirkan ke tempat selanjutnya untuk dilakukan proses disinfeksi. Disinfeksi menggunakan kaporit 75% untuk membunuh kuman.
Kegiatan Enviro Trip di IPA Tegal Gede memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami langsung tahapan pengolahan air bersih, mulai dari intake, koagulasi, flokulasi, sedimentasi hingga disinfeksi. Melalui kunjungan ini, diharapkan mahasiswa semakin peduli terhadap isu kesehatan lingkungan dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan akses air bersih yang aman dan berkelanjutan.
Pihak IPA Tegal Gede menyambut baik kegiatan ini serta mengapresiasi antusiasme mahasiswa selama kunjungan. Mereka berharap program edukatif serupa dapat rutin dilaksanakan, sekaligus menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga sumber daya air dan mendukung keberlanjutan layanan air bersih di Kabupaten Jember. (aga/ted)






