Jember (beritajatim.com) – Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-94 Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (2/1/2023), berbeda dari tahun sebelumnya. Bukan diadakan di Alun-alun, melainkan di Bandara Notohadinegoro.
“Hari ini agak spesial, karena upacara dilakukan di Bandara Notohadinegoro yang selama tiga tahun ini tidak beroperasi. Hanya beroperasi untuk pesawat khusus, sementara untuk pesawat komersial belum,” kata Bupati Jember, Hendy Siswanto, saat memimpin upacara.
Upacara tersebut disusul dengan grand launching penerbangan pesawat komersial Brand New Cessna Grand Caravan milik PT Amaya. Menurut Hendy, beroperasinya pesawat itu merupakan kado bagi HUT Jember.
“Ini untuk melayani masyarakat Jember, dari Jember ke Surabaya dan Surabaya ke Jember,” katanya.
Beroperasinya pesawat komersial ini, lanjut Hendy, membutuhkan dukungan total dari masyarakat dan instansi lainnya. “Konkretnya ya diisi seat yang kosong supaya penuh 100 persen, sehingga bisa menarik maskapai-maskapai lain yang lebih besar. Seperti dulu pesawat jenis ATR dengan kapasitas kurang dari 100 orang pernah beroperasi di Jember,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
Hendy meminta kepada seluruh pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Jember agar tetap waspada dalam melaksanakan pembangunan. Meski ekonomi saat ini cukup bagus.
“Kita perlu waspada dan hati-hati. Kalau tidak bisa memanajemen dengan baik, akan muncul problem (dampak) ekonomi global yang bermasalah. Indonesia masih aman. Jember masih aman, tapi harus tetap hati-hati,” katanya.
Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) adalah stimulan untuk pengungkit ekonomi masyarakat Jember. Hendy mencontohkan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan (TPHP) Jember.
“Problem di pertanian dan perkebunan harus diselesaikan secara tuntas. Kalau diselesaikan sendiri oleh OPD tak akan selesai. Harus melibatkan stakeholder dan masyarakat,” kata Hendy.
Hendy berharap tahun ini seluruh OPD harus bisa menjiwai instansi masing-masing,, mengeluarkan ide kreatif dengan menggandeng asosiasi dan pemangku kepentingan di masyarakat. “Tahun 2023 akan jadi hari kebangkitan Jember lagi,” katanya. [wir/beq]






