Sidoarjo (beritajatim.com) – Sebanyak 208 personel Polresta Sidoarjo dikerahkan untuk mengamankan jalannya proses evakuasi dan pengangkatan reruntuhan bangunan di Lembaga Pesantren Al Khoziny, Buduran. Pengamanan melibatkan koordinasi dengan TNI, Satpol PP, dan dinas perhubungan untuk memastikan kelancaran operasi.
Ratusan personel disebar di sejumlah titik strategis sesuai arahan Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Christian Tobing. Pengamanan tidak hanya difokuskan di area Ponpes, tetapi juga di titik lalu lintas kritis. Anggota Satlantas Polresta Sidoarjo terlihat melakukan rekayasa lalu lintas di persimpangan traffic light Maspion 2, Banjar Kemantren, Buduran.
Kabag Ops Polresta Sidoarjo, Kompol M. Irfan, menjelaskan bahwa 208 personel yang diturunkan mencakup pengamanan proses evakuasi, pengaturan lalu lintas, serta kesiapan Tim Dokkes Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo. Sebelumnya, masyarakat telah diinformasikan terkait rekayasa lalu lintas yang mungkin terjadi.
“Kami mohon dukungan dan pengertian masyarakat. Semoga proses evakuasi korban dan pengangkatan material reruntuhan di Ponpes Al Khoziny oleh pihak berwenang berjalan lancar,” ujar Kompol M. Irfan.
Selain Polresta Sidoarjo, Polda Jawa Timur bersama Sat Brimob Polda Jatim juga menurunkan personel untuk mendukung proses evakuasi yang dilakukan BNPB, Basarnas, TNI, relawan, dan stakeholder terkait. [isa/beq]






