Gresik (beritajatim.com) – Pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Ihya’ Ulumiddin resmi dimulai. Ponpes ini bakal berdiri di tengah kawasan heritage Kabupaten Gresik, tepatnya di KH Zubair 95.
Sejumlah ulama hadir saat peletakan batu pertama. Di antaranya Habib Bakar bin Ali Assegaf, Habib Muhammad bin Ali Assegaf, Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf, Habib Ahmad bin Abu Bakar bin Ali Assegaf, Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun, Bupati Fandi Akhmad Yani, Ketua MUI Mansoer Shodiq serta perwakilan anggota dari Kodim 0817, Polres Gresik, dan tokoh masyarakat.
Menurut Al-Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf. Latar belakang didirikannya ponpes ini
merupakan cita-cita dari Al-Habib Husein bin Abdullah Assegaf yang ingin menghidupkan suasana santri ditengah Kota Gresik. Termasuk diantaranya memakmurkan masyarakat Gresik dengan mengangkat dan menyebarluaskan ilmu-ilmu agama.
“Dibangunnya Ponpes Ihya’ Ulumiddin kelanjutan adanya sekolah madrasah yang sudah berdiri lebih dari 10 tahun lalu. Kebanyakan santri dari madrasah melanjutkan ke pondok pesantren ternama. Adapula santri yang menempuh ilmu agamanya di salah satu universitas di negara Yaman,” ujarnya, Sabtu (11/06/2022).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau akrab dipanggil Gus Yani, mengatakan peran habib membantu pendidikan melalui pondok pesantren. Untuk itu, dia mengajak masyarakat serta memberikan dukungan serta kontribusi terkait pembangunan ponpes ini.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Gresik”]
“Mudah-mudahan setelah selesai dibangun banyak menitipkan ke Pondok Pesantren Ihya’ Ulumiddin Kami berharap generasi muda Gresik sepuluh tahun kedepan dengan banyaknya ponpes bisa menimba ilmu agama maupun ilmu umum,” ungkapnya.
Gus Yani juga berharap generasi muda tidak hanyut akibat adanya kemudahan teknologi. Pasalnya, hal ini mempengaruhi banyak hal. Salah satunya dampak sosial pengaruhnya luar biasa.
“Kalau pondok pesantrennya sudah jadi. Banyak lalu lalang santri mencari ilmu. Pemda sangat terbuka mendukung terutama dalam hal pendidikan,” pungkasnya. (dny/beq)






