Ngawi (beritajatim.com) – Jumlah siswa SMK Negeri 1 Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah. Jika sebelumnya hanya 35 siswa yang terdata, kini total mencapai 62 siswa yang harus mendapat perawatan di sejumlah puskesmas, Rabu (1/10/2025).
Puluhan siswa tersebut tersebar di tiga fasilitas kesehatan. Di Puskesmas Sine tercatat 35 siswa masuk, namun kini tinggal lima orang yang masih dirawat. Di Puskesmas Tambakboyo terdapat delapan siswa, sementara di Puskesmas Ngrambe ada 18 siswa yang masih menjalani perawatan.
Kepala Puskesmas Ngrambe, Muda Trimaryo, menyebut kondisi pasien relatif stabil. “Dari 19 yang masuk, sekarang tinggal 18 masih kita rawat. Kondisinya mulai membaik, semoga lekas bisa pulang,” ujarnya.
Bertambahnya jumlah siswa yang menjadi korban membuat polisi bergerak cepat. Polres Ngawi bersama Polsek Sine memeriksa pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Jagir, Kecamatan Sine.
Pemeriksaan meliputi pengelola SPPG, koki, tukang masak, hingga pengantar makanan. Sampel makanan juga sudah diambil untuk diuji laboratorium guna memastikan penyebab keracunan.
Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadi, menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Langkah pertama akan kita dalami dulu apa yang menjadi penyebab keracunan. Sampel kita bawa ke forensik. Kita belum bisa pastikan karena ada rentang waktu. Semua pihak akan kita periksa, mulai kepala sekolah, siswa, hingga orang tua,” jelasnya.
Meski jumlah siswa yang diduga keracunan bertambah menjadi 62 orang, kondisi sebagian besar korban kini berangsur membaik. Sejumlah siswa sudah diperbolehkan pulang, meski beberapa lainnya masih menjalani perawatan.
Salah satu siswi SMKN 1 Sine, RW, mengaku masih merasakan sakit perut meski kondisinya membaik. “Sudah mulai membaik, tapi perut masih sakit. Saya terasa sejak jam tiga pagi, tapi setelah di sekolah banyak teman yang mengalami serupa,” tuturnya.
Sebelumnya, puluhan siswa sempat dilarikan ke puskesmas terdekat usai mengalami mual, pusing, sakit perut, hingga kejang-kejang bahkan. Diduga mereka keracunan usai memakan menu MBG pada Selasa (30/9/2025). [fiq/aje]






