Sumenep (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep masih melakukan pendataan terkait gempa yang mengguncang Sumenep pada Rabu dini hari.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi mengatakan, timnya masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan. Berdasarkan data sementara, ada 26 bangunan di Pulau Sepudi yang mengalami kerusakan akibat gempa.
“Bangunan yang rusak itu tidak hanya rumah warga, tetapi juga musholla dan masjid. Bahkan bangunan Puskesmas Gayam di lantai 2 sebelah timur juga dilaporkan mengalami kerusakan,” terang Laily.
Ia menambahkan, akibat gempa tersebut, ada beberapa warga yang dilaporkan mengalami luka. Diantaranya Faiz Iqbal (21) warga Karang tengah Kecamatan Gayam, luka terkena serpihan kaca. Kemudian Sahraye (80), warga Desa Pancor Kecamatah Gayam mengalami luka terkena reruntuhan tembok, dan Moade (72) juga warga Desa Pancor Kecamatan Gayam, luka terkena reruntuhan rumah.
“Semua korban sudah ditangani tenaga kesehatan Puskesmas Gayam. Ada yang didatangi langsung ke rumahnya, ada yang ditangani di Puskesmas. Alhamdulillah sampai saat ini kami tidak mendapatkan laporan korban meninggal,” ungkap Laily.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan terbaru, gempa tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan di Pulau Sepudi. Di Kecamatan Talango Pulau Poteran, dilaporkan juga ada 4 rumah warga yang rusak.
“Kami masih akan terus melakukan pendataan. Petugas kami masih di lapangan,” tutupnya.
Gempa bumi magnitudo 6,5 mengguncang Sumenep tercatat pada Selasa (30/09/2025) jam 23.49 WIB. Berdasarkan rilis Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 7.25 lintang selatan,114.22 bujur timur, dengan episenter gempa berada di laut 50 kilometer tenggara Sumenep dan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep di kedalaman 11 kilometer.
Jenis gempa bumi yang terjadi di Sumenep adalah gempa tektonik, yakni gempa dangkal yang disebabkan adanya aktivitas sesar aktif bawah laut. Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami.
BMKG juga mencatat terjadi dua belas kali gempa susulan hingga pukul 04.06 WIB Rabu pagi, dari kejadian awal pada Selasa (30/09/2025) pukul 23.49 WIB dengan magnitude 6,1 kemudian 6,5 dan berlanjut dengan gempa susulan lebih ringan. Gempa susulan tersebut paling besar tercatat 4,3 magnitudo pada pukul 00.15 WIB.
Berikut data bangunan rusak akibat gempa di Pulau Sepudi:
1. Rumah Bidin Dusun Gelugur Barat Desa Kalowang Kecamatan Gayam;
2. Rumah Uul mahyur, Desa Jambuir Kecamatan Gayam;
3. Rumah Tolak in, Dusun Gelugur Barat, Desa Kalowang Kecamatan Gayam;
4. Rumah Kaladi, Desa Pancor Kecamatan Gayam;
5. Rumah Rokkorok, Desa Pancor Kecamatan Gayam;
6. Rumah Mathawan, Desa Jambuir Kecamatan Gayam;
7. Rumah Rahma, Desa Jambuir Kecamatan Gayam;
8. Rumah Sudawer, Dusun Tanah celleng Desa Pancor Kecamatan Gayam. Kondisihya 2 kamar hancur
9. Rumah Hartono, Desa pancor Kecamatan Gayam;
10. Rumah H. Saha, Desa Pancor Kecamatan Gayam;
11. Rumah H. Tahe, Desa Gayam Kecamatan Gayam;
12. Rumah Sinawan, Desa karang Tengah Kecamatan Gayam;
13. Rumah Atmiye, Dusun Guder Laok Desa Nyamplong Kecamatan Gayam;
14. Rumah Bu Biyeni, Desa Prambanan Kecamatan Gayam;
15. Rumah Muradiya, Desa Prambanan Kecamatan Gayam;
16. Rumah Samik, Desa Prambanan Kecamatan Gayam;
17. Rumah Moade, Dusun Sabungbung Desa Pancor Kecamatan Gayam;
18. Rumah Mastije, Dusun Nangger Desa Pancor Kecamatan Gayam;
Bangunan lainnya
1. Masjid Rokkorok Kecamatan Gayam, kondisinya Genteng merosot;
2. Mushollah H. Ra’e, Dusun Wakduwak Desa Pancor Kecamatan Gayam;
3. Masjid Toggung Desa Pancor Kecamatan Gayam. Kondisinya keramik banyak yang lepas;
4. Puskesmas Gayam lantai 2 sebelah timur
Selain itu, juga ada 4 rumah di Kecamatan Nonggunong dan 3 rumah di Kecamatan Talango yang mengalami kerusakan. [tem/ian]






