Surabaya (beritajatim.com) – Kaprodi S1 Masase Universitas Negeri Surabaya, Dr Joesoef Roepajadi, M.Pd mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan masase semakin meningkat, baik untuk pemulihan kesehatan, pencegahan cedera, rehabilitasi, maupun kecantikan.
Namun, selama ini sebagian besar tenaga terapis belum memiliki latar belakang akademik yang kuat. Melihat kondisi tersebut, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berinisiatif menghadirkan Program Studi S1 Masase pada tahun 2024 lalu.
Banyaknya tim cabang olahraga yang membutuhkan masase juga menjadi salah satu faktor hadirnya prodi tersebut. Pada angkatan kedua tahun 2025, terdapat 46 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan.
“Jadi mahasiswa Prodi S1 Masase tidak hanya mempelajari teknik dasar dan lanjutan dalam masase, tetapi juga didukung dengan ilmu pengetahuan lain seperti anatomi, fisiologi, biomekanika, kinesiologi, ilmu gizi, pencegahan dan perawatan cedera, muscle testing, taping, terapi latihan, manajemen klinik, etika layanan kesehatan hingga evaluasi program masase,” ungkapnya, Selasa (30/9/2025).
Di tahun kedua ini, UNESA juga telah melengkapi program dengan laboratorium dan fasilitas praktik yang sesuai dengan standar industri. Dengan dukungan tenaga dosen berkompeten di bidangnya masing-masing, pembelajaran dilaksanakan melalui kombinasi teori di kelas, praktik laboratorium, hingga praktik lapangan melalui kerja sama dengan klinik dan pusat kebugaran.
“Prodi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru dalam layanan terapi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ilmu masase di tingkat internasional,” imbuhnya.
Dengan banyaknya kebutuhan di bidang masase, program ini diharapkan dapat bergerak maju menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus tantangan global di sektor kesehatan dan kebugaran.
“Jadi kami berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang profesional, inovatif, dan siap bersaing sesuai dengan visi dan misi universitas yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan berjiwa kewirausahaan,” tutupnya. [way/ian]






