Samboja (beritajatim.com) – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) meresmikan Program Wisata Kuliner dan Botani Nyiur Sembilan Baanjung sebagai destinasi eco-edutourism yang merupakan pengembangan kawasan Nyiur Sembilan di Kelurahan Handil Baru Darat, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Lokasi tujuan wisata ini tidak hanya berfokus pada rekreasi, namun juga edukasi bagi para wisatawan.
Head of Communication Relations & CID Zona 8 PHM Achmad Krisna Hadiyanto menyampaikan, pengembangan destinasi eco-edutourism di kawasan ini berbasis potensi lokal yang berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Achmad pun berharap program ini dapat membantu pengembangan sektor pariwisata lokal sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan pengelolaan destinasi wisata berbasis potensi lokal,” kata Achmad dalam keterangannya yang diterima hari ini.
Sebanyak tujuh kelompok UMKM berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini dengan menampilkan produk kuliner dan hasil lokal. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi dengan jumlah pengunjung mencapai 864 orang dan perolehan pendapatan akumulatif pada acara peresmian ini mencapai Rp21 juta. “Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa sektor pariwisata mampu berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai salah satu tulang punggung pembangunan daerah,” imbuh Achmad.
Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, menyambut gembira peresmian Program Wisata Kuliner dan Botani Nyiur Sembilan Baanjung ini. Menurutnya, program ini sejalan dengan komitmen Perusahaan untuk memastikan operasi dan bisnis hulu migas Perusahaan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian masyarakat, serta kelestarian lingkungan sejalan dengan upaya pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Program Wisata Kuliner & Botani Nyiur Sembilan di Baanjung ini berkontribusi langsung pada upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan Nomor 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui dukungan terhadap UMKM lokal, Tujuan Nomor 11 Kota dan Komunitas Berkelanjutan lewat pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal, serta Tujuan Nomor 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat,” kata Dony.
Dony menegaskan komitmen Perusahaan untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya mendukung keberlanjutan operasi migas, namun juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan.
“Inisiatif yang dijalankan PHM sebagai salah satu anak perusahaan PHI, menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata berbasis potensi lokal dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi Perusahaan dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, serta mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya. [hen/aje]






