Surabaya (beritajatim.com) – Empat asosiasi utama di industri asuransi Indonesia berkolaborasi menggelar Focus Group Discussion (FGD) Surety Bond di Hotel Vasa, Surabaya, pada Senin (29/9/2025). Pertemuan strategis ini bertujuan membahas peran krusial Surety Bond dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui penjaminan proyek pembangunan yang aman, transparan, dan berdaya guna.
Asosiasi yang terlibat dalam kolaborasi ini adalah Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), dan Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO).
FGD ini menghadirkan pembicara dari berbagai sektor, menunjukkan komitmen lintas institusi terhadap penguatan instrumen penjaminan. Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital menekankan dukungan pemerintah terhadap pembangunan melalui optimalisasi pemanfaatan Surety Bond.
Dari sisi regulasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya penerapan tata kelola asuransi yang baik sebagai landasan penyelenggaraan Surety Bond. Sementara itu, Direktur Teknik PT Jasaraharja Putera menjelaskan ruang lingkup dan kontribusi Surety Bond bagi keberlangsungan proyek konstruksi.
Perwakilan Kementerian PUPR menyoroti kebutuhan penjaminan untuk memastikan kelancaran dan keamanan proyek-proyek infrastruktur. Selaras dengan itu, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) menegaskan bahwa Surety Bond adalah pendukung operasional proyek yang vital, yang dapat meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas kontraktor.
Dari perspektif hukum, ahli hukum menganalisis korelasi unconditional surety bond dengan kontrak utama serta implikasinya terhadap kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.
Ketua Panitia Pelaksana, A.A. Ngr Henry Darmawan dari AAMAI Jawa Timur, berharap forum ini menjadi ruang diskusi konstruktif yang menghasilkan rekomendasi nyata untuk memperkuat ekosistem Surety Bond di Indonesia, melampaui tataran wacana.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan asosiasi industri, kontraktor, BUMN strategis seperti PT PAL Indonesia dan PT INKA (Persero), serta perusahaan asuransi umum. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan Surety Bond sebagai pilar penting dalam pembangunan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.[rea]






