Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) secara resmi melepas 830 wisudawan dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-70 di Graha Polinema, Sabtu (27/9/2025). Momen ini menjadi penegasan institusi dalam mengusung konsep Kampus Berdampak, lulusan tidak hanya dibekali kompetensi teknis, tetapi juga didorong menjadi pemecah masalah (problem solver) yang karyanya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat dan industri.
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menjelaskan bahwa wisuda kali ini menandai perubahan paradigma yang telah diterapkan sejak awal tahun 2025. Mengadaptasi program nasional Diktisaintek Berdampak, Polinema berkomitmen menjadi kampus transformatif yang memberikan dampak nyata.
“Kami ingin para lulusan menjadi seorang problem solver bagi permasalahan yang ada di lingkungannya, termasuk di dunia industri. Bekal mereka bukan hanya kompetensi, karakter unggul, dan daya saing global, tetapi juga pemahaman bahwa kontribusi nyata bagi masyarakat adalah sebuah keharusan,” ujar Supriatna kepada beritajatim.com.
Sebagai bukti konkret dari komitmen ini, Supriatna mengungkapkan bahwa Polinema telah memfasilitasi dan menghibahkan ratusan karya akhir mahasiswa kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat luas. Inisiatif ini bertujuan agar hasil penelitian dan proyek akhir mahasiswa tidak berhenti di ruang arsip, melainkan menjadi solusi aplikatif yang bermanfaat dan berkelanjutan.
“Dari total sekitar 3.600 wisudawan tahun ini, terdapat 1.500 karya yang berpotensi besar untuk diserahkan. Dari jumlah tersebut, 200 karya inovatif mahasiswa telah resmi kami serahkan kepada industri kecil dan kelompok masyarakat,” jelasnya.
Wakil Direktur I Bidang Akademik, Dr. Kurnia Ekasari, SE., M.M., Ak., merinci bahwa pada wisuda tahap kedua tahun 2025 ini, Polinema meluluskan total 830 orang dari berbagai jenjang, yang terdiri atas: Program Magister Terapan sebanyak 10 orang, Program Sarjana Terapan sebanyak 546 orang, Program Diploma III 268 orang, dan Program Diploma II sebanyak 6 orang.
“Kami berharap para lulusan dapat segera menyelesaikan administrasi mereka, sehingga bisa secepatnya berkiprah dan mengambil peran strategis di masyarakat,” kata Kurnia Ekasari.

Lebih lanjut, Polinema telah merumuskan lima pilar utama dalam menjalankan perannya sebagai Kampus Berdampak. Pertama, aktif memberikan solusi nyata untuk permasalahan di masyarakat. Kedua, keterampilan relevan, membekali mahasiswa dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, bukan hanya teori.
“Ketiga, menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional. Keempat, menghasilkan karya nyata seperti inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, atau startup. Kelima, menjadi lembaga yang memimpin perubahan bermanfaat bagi pembangunan nasional,” terang Supriatna Adhisuwignjo.
Prinsip ini diwujudkan melalui orientasi pada dampak, output yang terukur. Polinema juga mendorong kolaborasi strategis lintas sektor, mulai dari industri, pemerintah daerah, hingga komunitas.
Herlina Puji Ayu Syabila, sebagai perwakilan wisudawan terbaik, menyampaikan pidato yang emosional. Ia mengajak rekan-rekannya untuk mengingat bahwa kelulusan ini adalah sebuah kemenangan atas perjuangan, ketekunan, dan keberanian.
“Setelah ini, kita akan memasuki dunia yang lebih luas, penuh tantangan dan dinamika. Mungkin akan terasa lebih berat. Namun, ingatlah bahwa kita pernah menang di sini. Kita telah menuntaskan satu babak besar dalam hidup kita,” tutup Puji Ayu disambut tepuk tangan meriah ratusan wisudawan yang hadir. [ADV/dan]






