Malang (beritajatim.com) – Semerbak harum kopi memenuhi ruangan Jokopi, kedai kopi kekinian di Jalan Jakarta No. 26, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Seorang barista tengah sibuk dengan mesin espresso, menyiapkan secangkir kopi pesanan konsumen.
Sore itu, suasana Jokopi cukup ramai dengan tamu. Mahasiswa hingga pekerja kreatif menempati setiap meja yang tersedia. Penuh. Terdengar riuh obrolan berpadu dengan lantunan musik dari speaker.
Saat ada pengunjung baru, meja order yang merangkap kasir selalu menjadi tujuan. Pesanan dibuat, lalu muncul nominal yang harus dibayar. Pengunjung lalu mengeluarkan ponsel, membuka OCTO Mobile –aplikasi perbankan digital dari CIMB Niaga– lanjut scan barcode dan transaksi selesai.
Potret ini menunjukkan betapa orkestrasi digital berjalan senyap, memastikan setiap transaksi mengalir semulus kopi yang mereka sajikan. Di balik denyut nadi bisnis yang kencang ini, ada peran strategis dari mitra perbankan yang mampu memahami kebutuhan mereka.
Barangkali, kisah Jokopi dapat menjadi cermin dari pengguna CIMB Niaga, melalui pendekatan customer-centri. CIMB Niaga tengah berupaya untuk tidak lagi sekadar menjadi penyedia layanan keuangan, mereka menjadi arsitek ekosistem digital guna memberdayakan UMKM lokal dari hulu hingga hilir.
Efisiensi di Balik Konter: Kisah dari Garis Depan
Di balik kedai yang ramai, Hendrata, salah seorang senior, bergerak dengan presisi membuat kopi sembari menjawab lontaran pertanyaan tentang CIMB Niaga. Bagi Hendra, dalam bisnis kuliner dengan volume tinggi, setiap detik adalah krusial.
“Bagi bisnis seperti kami yang perputaran pelanggannya cepat, setiap detik di kasir itu berharga,” ujar Hendrata sambil membersihkan portafilter dengan cekatan saat diwawancarai beritajatim.com, Jumat (26/9/2025).
“Dulu, transaksi tunai sering memakan waktu—mencari uang kembalian, memastikan keaslian uang. Sejak kami mengadopsi QRIS dari CIMB Niaga, antrean jadi jauh lebih lancar. Pelanggan tinggal scan, notifikasi langsung masuk, dan kopi bisa segera kami proses. Praktis sekali,” ucap dia melanjutkan.
Kemudahan ini, yang tampak sederhana bagi pelanggan, merupakan revolusi operasional bagi Jokopi. Namun, dukungan CIMB Niaga ternyata jauh melampaui sekadar metode pembayaran di meja kasir. Hendrata menjelaskan bahwa pengalaman customer-centric yang mereka rasakan meresap hingga ke dapur manajerial bisnis.
“Pengelolaan kas itu tantangan tersendiri, begitu saya mengutip kata-kata dari manajer Jokopi. Tapi dengan BizChannel@CIMB, semuanya jadi lebih terpusat dan transparan. Saya bisa cek arus kas harian, bayar tagihan ke supplier, bahkan lihat laporan keuangan dari ponsel, di sela-sela kesibukan. Ini memangkas waktu administrasi yang biasanya rumit dan memakan waktu berjam-jam,” kata Hendrata dengan senyum.
Sentuhan Personal di Era Digital
Di tengah gempuran otomatisasi dan layanan digital, Hendrata menggarisbawahi satu faktor pembeda yang krusial adalah sentuhan manusia.
“Lebih dari sekadar platform digital, kami juga punya Relationship Manager (RM) dari CIMB Niaga yang proaktif. Mereka datang tak hanya untuk menawarkan produk, tapi sering menjadi teman diskusi. Misalnya saat kami butuh saran untuk manajemen keuangan atau menyusun strategi untuk rencana ekspansi. Rasanya seperti punya penasihat keuangan pribadi,” kata Hendrata.
Pendekatan inilah yang mengubah persepsi dari sekadar hubungan transaksional menjadi sebuah kemitraan strategis. Kemudahan yang dirasakan di level manajerial itu pun menjalar ke seluruh tim, menciptakan budaya kerja yang lebih efisien.
Nur, rekan kerja Hendrata, merasakan dampak langsungnya dalam tugas sehari-hari. “Sebagai barista yang juga terkadang membantu mengelola keuangan, hal serupa juga saya rasakan,” timpal Nur.
“Transaksi dengan CIMB itu minim kendala. QRIS-nya stabil dan cepat. Ini membuat pekerjaan kami lebih ringan dan mengurangi risiko kesalahan hitung uang kembalian. Pelanggan senang, kami pun bisa fokus melayani dengan lebih baik,” ucap Nur menambahi.
Ekosistem digital yang solid ini melengkapi siklusnya saat dirasakan manfaatnya oleh pelanggan. Stefanus, seorang mahasiswa yang ditemui di lokasi, menunjukkan teknologi perbankan telah terintegrasi mulus dalam gaya hidupnya.
“Saya ini pengguna setia OCTO Mobile. CIMB Niaga benar-benar telah mempermudah hidup saya. Seperti barusan, saya pesan lagi lewat aplikasi Jokopi dan bayarnya langsung pakai OCTO. Tidak perlu ke kasir, tidak perlu keluarkan dompet,” katanya.
Baginya, kemudahan bukan lagi soal kemewahan, melainkan kebutuhan mendasar. “Zaman sekarang semuanya harus cepat dan simpel. Lupa bawa dompet itu bukan masalah lagi selama ada ponsel. Mulai dari bayar kopi, transfer ke teman, sampai bayar tagihan, semua bisa lewat satu aplikasi. Inilah yang membuat saya betah jadi nasabah,” lanjut Stefanus.
Strategi Besar di Balik Pemberdayaan UKM
Kisah di Jokopi barangkali menjadi wajah dari keberhasilan strategi besar yang dijalankan CIMB Niaga untuk memberdayakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Dalam sebuah acara Ngobiz yang digelar di Malang beberapa waktu lalu, Herry Usman, Branch Area Head Jawa Timur 5 CIMB Niaga, menegaskan komitmen tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pelaku UKM yang hadir. Ini merupakan bagian dari inisiatif pemberdayaan bisnis yang kami lakukan melalui gerakan Kejar Mimpi Untuk Indonesia. Kami berharap, para pelaku UKM dapat memperoleh wawasan baru untuk mengelola keuangan bisnis mereka dengan lebih baik dan efisien,” ujar Herry.
Herry menjelaskan, di tengah perkembangan teknologi yang pesat, peran perbankan bisnis menjadi semakin relevan. Pihaknya pun ingin memastikan bahwa pengusaha UMKM memperoleh akses ke layanan perbankan yang mudah, aman sekaligus juga efisien.
Solusi seperti BizChannel@CIMB dan OCTO Merchant dirancang khusus untuk menjawab tantangan tersebut. “Kami memahami bahwa waktu adalah hal yang sangat berharga bagi pengusaha. Oleh karena itu, kami terus berinovasi untuk memberikan layanan yang cepat, mudah, dan fleksibel,” jelas Herry.
Mesin Pertumbuhan Bernama QRIS
Ledakan adopsi QRIS menjadi bukti nyata keberhasilan strategi ini. Secara nasional, CIMB Niaga mencatat pertumbuhan volume transaksi QRIS yang meroket hingga 85 persen secara Year on Year (YoY) pada kuartal II/2025.
Chief of Transaction Banking CIMB Niaga, Puti Fauzia, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan penerimaan masyarakat terhadap teknologi keuangan yang semakin menguat. Menurutnya, QRIS telah menjadi bagian penting dalam ekosistem pembayaran digital, membantu UMKM hingga merchant besar dalam memperluas akses pasar.
“Keberhasilan ini ditopang oleh tiga pilar utama: inovasi digital berkelanjutan pada OCTO Mobile dan OCTO Clicks, penguatan ekosistem UMKM melalui edukasi dan platform OCTO Merchant, serta dukungan regulasi dari Bank Indonesia dan OJK,” kata Puti Fauzia.
Head of Region Jawa Timur CIMB Niaga, Rhena Octaria, menambahkan bahwa strategi CIMB Niaga tidak berhenti pada penyediaan kanal transaksi, melainkan juga menggairahkan pemakaiannya melalui aneka promo cashback dan program tematik. “Promo tersebut terbukti efektif mendorong transaksi kecil namun berulang, seperti pembelian kopi atau makanan ringan. Bagi merchant mikro, pola ini berarti perputaran uang lebih cepat, sementara bagi bank ini meneguhkan loyalitas nasabah,” jelas Rhena.
Dari Malang hingga Mataraman: Peta Digitalisasi Ekonomi Daerah
Potensi ekonomi digital tidak merata, dan CIMB Niaga menunjukkan kemampuannya dalam membaca peta adopsi QRIS di berbagai daerah. Di Malang Raya, lingkungan urban yang padat mahasiswa, pekerja, dan wisatawan menjadi katalisator. Bank Indonesia mencatat 18,2 juta transaksi QRIS sepanjang kuartal I 2025 dengan nilai fantastis mencapai Rp1,6 triliun, naik lebih dari 50 persen dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, di wilayah Mataraman seperti Kediri dan Tulungagung, geliatnya terasa hingga ke pasar tradisional dan sentra kuliner. Pemkab Tulungagung bahkan telah meluncurkan digitalisasi retribusi pasar (e-retribusi) menggunakan QRIS. Langkah ini membuka peluang besar bagi CIMB Niaga untuk memperluas basis pengguna melalui kolaborasi lokal.
“Potensi ekonomi daerah yang besar, terutama dari sektor pariwisata, UMKM, dan kuliner, menjadi dasar penguatan layanan digital kami. CIMB Niaga ingin menjadi mitra terpercaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Rhena.
Melalui kolaborasi layanan fisik dan digital yang terus dikembangkan, CIMB Niaga berupaya menghadirkan pengalaman perbankan yang Simpler, Better, dan Faster, memastikan bahwa tidak ada pelaku usaha yang tertinggal dalam gerak laju transformasi digital.
Kisah secangkir kopi di Jokopi Malang adalah potret tentang sesuatu yang jauh lebih besar. Ini adalah tentang cara perbankan mampu menerjemahkan visi korporat menjadi dampak nyata di lapangan, mengawal denyut nadi UMKM, lantas memastikan bahwa setiap pelaku usaha, sekecil apa pun, memiliki alat yang mereka butuhkan untuk menjadi , setidaknya bersaing, di era ekonomi yang baru. [dan/beq]






