Pasuruan (beritajatim.com) – Suasana malam di Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu malam (20/10/2025), begitu meriah berkat hadirnya Pasuruan Sound Festival 2025 ‘Enjoy the Swara’.
Ribuan pengunjung memadati Lapangan Rama Sakti untuk menikmati acara audio terbesar di Kabupaten Pasuruan yang tahun ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, yang hadir untuk memberi semangat kepada para pengunjung yang sudah memenuhi lokasi festival sejak sore hari. “Festival ini bukan sekadar hiburan malam, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal teknologi audio yang terus berkembang,” ujar Bupati Rusdi dalam sambutannya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Pasuruan Sound Festival tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga memberi wawasan tentang inovasi dalam industri audio.
Panggung utama festival menampilkan sederet audio dengan kualitas suara luar biasa, yang memukau penonton. Brewog Audio dan K5 Maximal Audio menjadi bintang utama yang paling ditunggu-tunggu. Suara bass yang menggelegar dan kejernihan vokal yang memukau terus menggema, disambut sorak sorai penonton yang tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan.
Selain menikmati suguhan audio spektakuler, pengunjung juga disuguhkan dengan berbagai stan kuliner dan produk UMKM yang laris diserbu pembeli. “Alhamdulillah, dagangan habis. Dari sore sampai malam pembeli terus berdatangan,” ungkap Nuraini, salah satu pedagang makanan ringan, yang merasa senang dengan ramainya pengunjung yang membeli produk dagangannya.
Festival ini juga menjadi ajang bagi para pecinta audio untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas jaringan. Kehadiran komunitas audio dari berbagai daerah membuat festival ini semakin berwarna dan menyemarakkan suasana malam tersebut.
Pasuruan Sound Festival 2025 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1.096. Festival ini membuktikan bahwa hiburan, kreativitas, dan perputaran ekonomi rakyat bisa berjalan beriringan, menciptakan sinergi positif yang membawa manfaat bagi banyak pihak.
Pada malam itu, Pasuruan benar-benar “enjoy the swara”—mendengarkan suara, merayakan kebersamaan, dan merasakan dampak nyata bagi masyarakat. Festival ini menjadi bukti bahwa seni dan ekonomi dapat berjalan bersama untuk memajukan daerah. [ada/suf]






