Surabaya (beritajatim.com) – Petani tebu dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mulai bernapas lega. Sebanyak 61.000 ton gula petani SGN berhasil diserap oleh PT Danantara (anak perusahaan ID Food) berkat fasilitasi dan bantuan nyata dari Menteri Pertanian (Mentan). Penyerapan ini menjadi angin segar bagi industri gula nasional, sekaligus memberikan kepastian pasar yang telah lama dinanti.
Direktur Utama SGN, Mahmudi menjelaskan bahwa penyerapan ini adalah kabar gembira bagi industri gula nasional, khususnya para petani yang menjadi mitra utama perusahaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian yang telah membantu dan memastikan terserapnya gula petani sejumlah 61 ribu ton melalui Danantara-ID Food. Langkah ini memberikan kepastian pasar sekaligus menumbuhkan optimisme bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
Menurutnya, penyerapan gula dalam jumlah besar ini tidak hanya meringankan beban petani, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga gula di pasaran.
“Dengan adanya jaminan serapan ini, para petani tebu lebih tenang dalam menjalankan usahanya. Mereka tidak lagi khawatir soal penyaluran gula hasil panen karena sudah ada kepastian dari pemerintah,” tambahnya.
Ucapan terima kasih juga datang dari kalangan petani yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPP APTRI), Sunardi Edy Sukamto.
“Kami para petani tebu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Mentan. Dengan adanya serapan gula ini, hasil kerja keras petani tidak sia-sia dan bisa tersalurkan dengan baik. Hal ini juga menjadi semangat baru bagi kami untuk terus mendukung program pemerintah dalam menjaga ketersediaan gula nasional,” ungkap Edy.
Langkah sinergi antara pemerintah dan petani tebu ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi mampu memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui ID Food, penyerapan gula petani tidak hanya mendukung kesejahteraan petani, tetapi juga memastikan ketersediaan gula konsumsi masyarakat tetap terjaga.
SGN menegaskan akan terus berkomitmen menjaga keberlanjutan produksi gula nasional. Dengan adanya dukungan pemerintah, perusahaan optimistis industri gula akan semakin tangguh dan berkontribusi dalam mewujudkan swasembada gula sesuai target nasional.
Jauh sebelum penyerapan 61.000 ton ini, isu penyerapan dan harga gula petani telah menjadi sorotan utama. Pada bulan-bulan sebelumnya, para petani tebu di berbagai daerah, terutama di Jawa Timur, menghadapi kesulitan besar karena melimpahnya stok gula pasca musim giling. Kondisi ini menekan harga gula di tingkat petani, bahkan hingga di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah.
Situasi tersebut menyebabkan kerugian besar bagi para petani, yang telah berinvestasi banyak dalam penanaman dan pemeliharaan tebu. Banyak petani mengeluhkan kesulitan untuk menjual hasil panen mereka, yang berpotensi membusuk jika tidak segera terserap. Hal ini memicu kekhawatiran akan keberlanjutan mata pencaharian mereka dan masa depan industri gula nasional.
Pemerintah, melalui berbagai kementerian termasuk Kementerian Pertanian, mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah ini. Beberapa diskusi dan pertemuan diadakan untuk mencari solusi terbaik, yang akhirnya menghasilkan kesepakatan penyerapan gula petani oleh ID Food.[rea]






