Sumenep (beritajatim.com) – Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan tim medis Polres Sumenep terhadap Syifa (11 bulan), warga Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, kematian bayi tersebut diduga kuat akibat penganiayaan.
“Ada luka lebam di tubuh bayi akibat tindak kekerasan atau penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, Selasa (09/09/2025).
Bekas penganiayaan itu terlihat di bagian kepala, diduga akibat benturan benda tumpul. Benturan itu menyebabkan perdarahan di otak, hingga akhirnya korban meninggal.
“Tapi kami belum tahu, siapa pelaku penganiayaan terhadap korban. Kami masih melakukan penyelidikan. Jasad korban ditemukan sudah dalam kondisi membusuk,” ungkap Widiarti.
Sebelumnya, pada Sabtu (01/09/2025), warga Desa/ Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, digegerkan dengan ditemukannya sesosok mayat bayi di dalam sebuah tas. Bayi itu diketahui bernama Asyifa Lailatul Aulia (11 bulan).
Tas berwarna putih kombinasi hitam itu ada di dalam lemari di sebuah kamar kos yang ditinggali ST. Kholila Oktovia, di Desa Arjasa.
Mayat bayi di dalam tas itu ditemukan sudah membusuk. Ibu si bayi, yakni ST Kholila ditemukan sudah tidak ada di dalam kamar kos. Menurut keterangan pemilik kos, ST Kholila sudah beberapa hari tidak terlihat berada di dalam kos-kosan. (tem/ted)






