Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bulu Tangkis Piala Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur 2025 yang berlangsung di Surabaya. Ajang ini dinilai sangat penting sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit unggul dari daerah.
“Terima kasih kepada Kajati Jawa Timur yang telah mengadakan event bulu tangkis ini. Setiap daerah membutuhkan banyak turnamen, dan Jawa Timur sejak dulu hingga sekarang dikenal sebagai daerah yang terus melahirkan atlet-atlet berprestasi,” kata Taufik saat membuka kejuaraan, Senin (1/9/2025).
Menurut mantan juara dunia tersebut, pertandingan semacam ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan berjenjang agar atlet muda bisa berkembang dan menembus level internasional. “Kementerian sangat mendukung. Tidak hanya di level atas, kami juga memfasilitasi pembinaan di daerah karena mayoritas atlet nasional berawal dari sana,” tegasnya.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kuntadi menyambut baik dukungan pemerintah. Ia berharap turnamen ini mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat menorehkan prestasi di pentas dunia. “Melalui kejuaraan ini, semoga lahir taufik hidayat muda yang bisa mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Timur, Tony Wahyudi menambahkan, pihaknya memiliki target khusus bagi atlet-atlet tuan rumah untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Turnamen Piala Kajati Jatim 2025 tercatat sebagai kejuaraan dengan ranking point nasional pertama yang digelar oleh kejaksaan di Indonesia.
“Total peserta sebanyak 1.581 atlet dari berbagai provinsi. Mereka akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp300 juta yang dibagi dalam beberapa kategori pertandingan,” ungkapnya.
Dengan dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, aparat kejaksaan, dan PBSI Jawa Timur, kejuaraan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan bulu tangkis nasional. Selain itu, ajang ini juga memberi ruang bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding, meningkatkan mental juara, sekaligus memupuk motivasi untuk menembus panggung internasional.
Turnamen yang digelar hingga akhir pekan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan organisasi olahraga mampu mencetak prestasi baru bagi bangsa. (beq)






