Bondowoso, (beritajatim.com) – Aksi unjukrasa di Bondowoso digelar di depan kantor DPRD Bondowoso, Minggu (31/8/2025) siang. Massa aksi terdiri dari mahasiswa yang tergabung dalam PMII, HMI dan sejumlah elemen masyarakat.
Mereka menyampaikan aspirasi atas negatifnya kinerja DPR dan kritikan pada langkah represif Polri.
Ratusan massa datang menggunakan kendaraan bak terbuka dan sepeda motor. Seorang peserta aksi membawa simbol berupa oknum berseragam dengan kepala berbentuk babi.
Baru 10 menit berjalan, aksi sempat terjadi adu dorong antara massa dengan kepolisian. DPRD mempersilahkan massa masuk areal depan DPRD.
Pimpinan DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, Sinung Sudrajad, Ady Krisna dan sejumlah anggota DPRD ikut menyambut massa.
Bahkan Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir sempat saling tos tangan dengan demonstran dan mempersilahkan massa masuk ke areal parkiran DPRD.
Namun massa menuntut bisa audiens di gedung paripurna DPRD setempat. “Kalian digaji rakyat. Kami ingin semua teman teman kami ini masuk ke ruang paripurna untuk menyampaikan aspirasi,” kata seorang orator.
DPRD sendiri membolehkan perwakilan aksi masuk untuk audiensi. Namun massa ingin yang masuk bukan perwakilan tetapi seluruh massa aksi.
“Ngapain kita di sini? Masuk! Tidak ada negosiasi di depan rumah kita sendiri, ” desak orator.
Hingga berita ini ditulis, jalannya aksi masih terbilang kondusif. Walaupun sempat ada pembakaran ban dan saling dorong antara massa dengan aparat keamanan. [awi/aje]






