Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Kota Surabaya memutuskan untuk memberlakukan sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) alias pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai awal September 2025. Kebijakan ini diambil menyusul kondisi kota yang dinilai belum sepenuhnya kondusif pasca rangkaian demonstrasi di beberapa titik pusat keramaian.
Kebijakan serupa juga diterapkan oleh beberapa kampus besar di Surabaya. Langkah ini bukan hanya untuk menyesuaikan dengan situasi terkini, tetapi juga sebagai upaya melindungi keselamatan mahasiswa, dosen, serta seluruh civitas akademika.
Salah satu sekolah yang terdampak langsung adalah SMA Trimurti Surabaya. Melalui surat edaran resmi yang ditujukan kepada orang tua siswa, pihak sekolah menegaskan bahwa seluruh kegiatan belajar mengajar akan dialihkan ke sistem daring. Kebijakan ini berlaku mulai Senin hingga Kamis, tanggal 1–4 September 2025.
“Mengingat kondisi Surabaya yang belum kondusif, sekolah mengambil langkah preventif agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik,” tulis pihak sekolah dalam pengumumannya.
Tidak hanya sekolah, sejumlah perguruan tinggi di Surabaya turut mengambil keputusan serupa. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Universitas Surabaya (Ubaya), dan Petra Christian University (PCU) secara resmi telah mengeluarkan surat edaran yang mengatur perkuliahan dilakukan sepenuhnya secara online.
Berdasarkan Surat Edaran Rektor Nomor 2677 Tahun 2025, UINSA Surabaya menetapkan bahwa seluruh perkuliahan pada 1–4 September 2025 dilaksanakan melalui platform digital. Senada dengan itu, pihak Universitas Surabaya (Ubaya) juga memberlakukan pembelajaran daring mulai 1–5 September 2025.
Petra Christian University (PCU) pun tidak ketinggalan. Melalui surat edaran Nomor 1739/UKP/2025, pihak kampus memutuskan bahwa kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring sejak 1 hingga 6 September 2025.
Dengan diberlakukannya sistem daring, pihak sekolah dan kampus berharap proses belajar tetap berjalan efektif. Para dosen dan guru diminta untuk memanfaatkan teknologi, mulai dari aplikasi konferensi video hingga platform Learning Management System (LMS), agar kegiatan akademik tetap sesuai jadwal. [fyi/aje]






